Bendung Lepen Mrican Youth,Dulu Menjijikkan Kini menyenangkan

Jika Anda ke pergi ke Yogyakarta sudah pasti akan mampir ke Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo. Sebab di sana ada satu destinasi wisata menarik bernama Bendung Lepen Mrican Youth.

Ya di Bendung Lepen Mrican Youth, Anda bisa menikmati ikan-ikan mas berwarna jingga,koi, tombro, nila dan juga patin yang hidup di air yang mengalir jernih.

Untuk masuk ke sana,Anda tidak akan dikenakan biaya,namun jika ingin memberi makan ikan mas, Anda harus membeli makanan yang sudah disediakan di sana. Tidak mahal kok hanya Rp.2.000,- saja. Murah kan. Karena itulah meskipun masa pandemi wisatawan masih banyak yang hadir ke sana. ” Karena kami melakukan pembatasan pengunjung, maka yang boleh datang dalam sehari hanya 300 orang saja. Alhamdulillah pengunjung mau mengerti, dan datang bergantian,” ucap Suradianto salah seorang warga yang menjadi pengurus Bendung Lepen Mrican Youth seperti dikutip Indonesia.go.id.

Suradianto sendiri tidak menyangka bahwa Bendung Lepen Mrican Youth bisa menjadi tempat wisata menarik di Yogyakarta.” Jujur aku tidak menyangka kalau didatangi banyak orang. Sebab pada awal membuat Bendung Lepen Mrican Youth, kami para karang taruna Mripan hanya ingin melihat irigasi yang yang membelah permukiman padat Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta ini bersih,” jelas Suradianto.

Pada tahun 2018, Bendung Lepen Mrican Youth hanyalah sebuah saluran irigasi yang jorok,menjijikkan, bisa dibilang miris,polusi di mana-mana dan jauh dari kata asri seperti sekarang ini.

“Dulu di sekitar sini itu tempat pembuangan sampah. Selain itu ada peternakan babi, kan baunya menyengat,” kata Suradianto.

Melihat pemandangan ini para pemuda Kampung Mrican berembuk untuk mencari solusinya.” Dan setelah menemukan solusinyaTanpa babibu, sekitar Januari 2019 para pemuda Karang Taruna mulai mengundang para warga Kampung Mrican yang tinggal di pinggiran area saluran irigasi untuk berembuk, menyamakan visi-misi dan membuat rencana kegiatan,” tutur Suradianto.

Maret 2019, warga dan pemuda mulai turun ke lapangan. Sedikit demi sedikit, memindah lokasi peternakan babi, menutup tempat pembuangan sampah ‘ilegal’, dan mengeruk dasar saluran irigasi.”Dulu sebelum dikeruk, dalamnya cuma 60 centimeter. Habis dikeruk, sedada orang dewasa, satu meteran lah,” beber Suradianto.

Sampah-sampah kiriman sebenarnya juga masih berdatangan. Maka dari itu dipasanglah jaring strimin buat menyaringnya.”Semua swadaya. Seikhlasnya, baik materi atau tenaga, semua mendukung penuh. Ini kerja sosial,” tegas Suradianto.

Di saat saluran irigasi berangsur normal, warga dan pemuda lanjut dengan menyasar taman bikinan PUPR 2015 lalu yang masih satu area. Direnovasi sedemikian rupa hingga tampak terawat.”Berlangsungnya waktu, ada ide lagi bagaimana kalau dikasih ikan biar ekosistemnya tumbuh lagi,” kata Suradianto.

Menurut Suradianto awalnya hanya ikan nila yang di taruh di irigasi tersebut, namun seiring berjalannya waktu dan melihat banyak masyarakat berdatangan untuk melihat ikan nila,makanya pemuda Mripan menambahkannya dengan ikan koi,tombro,mas, nila dan patin.

Penambahan ikan ini menambah banyak masyarakat yang datang.Hal ini tentu saja membuat penduduk Mripan memiliki penghasilan tambahan, karena mulai dari penjualan ikan hasil panen, retribusi parkir, penjualan pelet, hingga macam-macam jajanan semuanya dikelola warga Mripan.

” Karena selalu ramai dikunjungi banyak orang, kami sepakat memberi nama Bendung Lepen Mrican Youth, supaya irigasi ini mudah dikenal orang,” tutup Suradianto.(Hs)

Related posts