Berkat Tren Aura Farming, Pacu Jalur Makin Dilirik Internasional!

Berkat Tren Aura Farming, Pacu Jalur Makin Dilirik Internasional! Berkat Tren Aura Farming, Pacu Jalur Makin Dilirik Internasional!

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan, tren aura farming menjadi terkenal di TikTok. Tren ini awalnya muncul dari cuplikan bocah yang menari di atas perahu, saat sedang mengikuti lomba tradisional asal Riau, Pacu Jalur.

Semakin populer, para pengguna TikTok mulai meniru koreografi dari bocah laki-laki pada video Pacu Jalur tersebut, dengan menggunakan backsound Melly Mike – Young Black & Rich.

Tren aura farming semakin terkenal karena diikuti oleh akun resmi klub sepak bola Liga Perancis, Paris Saint-Germain (PSG). Pada salah satu postingannya, Neymar dan beberapa pemain PSG lainnya terlihat seolah sedang menirukan koreaografi dari bocah Pacu Jalur, saat selebrasi di lapangan.

Perlu diketahui, koreografi tersebut hanya bagian cuplikan dari selebrasi pertandingan lama yang sudah berlalu. Bukan hanya PSG, tren aura farming ini juga diikuti oleh klub sepak bola Liga Italia, AC Milan. Dimana, maskot mereka mengikuti gerakan ikonik tersebut.

Ingin membuat lagunya semakin terkenal, penyanyi Melly Mike juga mengikuti tren aura farming lewat salah satu postingan videonya.

Sebagai informasi, lomba Pacu Jalur sendiri merupakan lomba dayung tradisional asal Kuantan Singingi, Riau. Menurut sejarahnya, pada awal abad ke-17, lomba ini diikuti oleh warga desa di daerah tersebut, dan terbiasa menggunakan jalur (perahu) untuk alat transportasi.

Seiring berjalannya waktu, alat transportasi jalur kemudian menjadi identitas sosial dan mulai dilombakan. Lomba Pacu Jalur sendiri telah ada sejak 1903 di daerah Riau.

Dalam setiap perlombaan Pacu Jalur, terdapat formasi tukang concang (bertugas memberi aba-aba), tukang pinggang (bertugas menjadi juru kemudi), tukang tari atau anak coki (bertugas di depan perahu dan memperlihatkan koreografi untik), serta tukang onjai (bertugas menjadi pemberi irama, dan biasanya berada di belakang perahu).

Lomba Pacu Jalur sendiri sudah diakui sebagai olahraga tradisional dan warisan budaya tak benda sejak 2014, oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI).

Setiap tahunnya, lomba olahraga ini diselenggarakan lewat Festival Pacu Jalur yang diadakan di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, setiap bulan Agustus.

Sedangkan aura faming sendiri merupakan segala aktivitas yang dapat meningkatkan kepercayaan diri. Dalam kata lain, dengan mengikuti aura farming, seseorang dianggap terlihat keren.

Foto : Dok. Kementerian Pariwisata