Jakarta, GPriority.co.id – Pendiri Microsoft Inc. dan mantan orang terkaya di dunia Bill Gates, menyatakan keinginannya untuk menyumbangkan harta kekayaannya dalam 20 tahun kedepan.
Rencana tersebut sejalan dengan visinya bersama sang istri, Melinda Gates, saat meluncurkan Yayasan Gates pada tahun 2000. Saat itu Bill Gates memiliki ide agar yayasan tersebut tetap berjalan selama bertahun-tahun setelah mereka tiada, dengan menggunakan sisa kekayaan mereka untuk membantu orang lain.
Namun kini, Bill Gates telah memutuskan untuk tidak menunggu selama itu. Pada hari Kamis (8/5) lalu , ia mengumumkan rencananya untuk menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya yang diperkirakan mencapai $200 miliar selama 20 tahun ke depan.
Selain itu, Bill Gates juga berencana untuk menutup yayasan tersebut pada tanggal 31 Desember 2045 mendatang. Gates berharap, uang tersebut akan membantu mengatasi berbagai masalah global utama seperti mengakhiri penyakit seperti polio dan malaria, mengurangi kematian yang dapat dicegah di kalangan wanita dan anak-anak, serta memerangi kemiskinan di seluruh dunia.
Pengumuman tersebut muncul hanya beberapa minggu setelah Microsoft, yang kini bernilai lebih dari $3 triliun, merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Gates mengatakan bahwa ia merasa tepat untuk merayakan tonggak sejarah tersebut dengan menyumbangkan kembali kekayaan yang diperolehnya dari membangun perusahaan tersebut.
Bill Gates Jadikan Indonesia Sebagai Tempat Uji Vaksin Buatan Yayasannya
Bill Gates melalui Bill & Melinda Gates Foundation tengah mendanai penelitian dan uji coba vaksin TBC yang saat ini telah mencapai tahap uji klinis sejumlah negara. Hal ini disampaikan dalam agenda kunjungan Bill Gates ke Indonesia pada Rabu (7/5) lalu.
Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menekan angka kematian akibat TBC, yang saat ini didukung oleh berbagai program seperti pemeriksaan kesehatan gratis.
Dalam pertemuan tersebut, Bill Gates menyebutkan bahwa telah dipilih dua lokasi di Indonesia untuk melakukan uji coba vaksin TBC. Ia meyakini uji coba vaksin ini akan berperan penting dalam pengembangan vaksin di negara-negara dengan angka TBC yang tinggi.
Foto : Dok. NPR
