BPPT: Optimalisasi Manajemen Data

Jakarta,Gpriority-Kamis (4/3/2021) Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi 2021 Bidang Teknologi Informasi dan Elektro yang digelar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) secara Hybrid (Offline dan online) resmi dibuka oleh Pelaksana tugas Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Irwan Rawal Husdi.

Dalam sambutannya, Irwan menjelaskan terlebih ahulu mengenai peran BPPT.Irwan dalam sambutannya juga menjelaskan mengenai latar belakang digelarnya rakernas BPPT ini. Menurut Irwan rakernas digelar sebagai upaya membangkitkan kembali perekonomian Indonesia. Untuk itulah di dalam rakernas ini ada beberapa masalah yang akan dibahas salah satunya optimalisasi manajemen data.

” Kenapa manajemen data harus dibahas? Karena pada saat ini banyak sekali informasi dan data yang berserakan dimana-mana,” ucap Irwan.

Lantas bagaimana caranya melakukan optimalisasi tersebut? Irwan menjelaskan dengan Big Data yang tengah dibangun oleh BPPT.

“Big data sekarang ini menjadi suatu keharusan. Sedemikian banyaknya informasi dan data yang berserakan, yang mana big data ini bisa dimanfaatkan untuk pengelolaannya,” ucap Irwan.

Lebih lanjut dikatakan Irwan, Pengembangan big data nasional diperlukan dalam rangka meningkatkan kemandirian bangsa Indonesia dalam mengelola dan memanfaatkan data-data elektronik yang terkumpul di Indonesia akibat adanya transformasi digital dalam kehidupan yang mencerminkan kondisi sosial, ekonomi dan politik masyarakat.

“Pembuatan big data nasional menjadi salah satu Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024. Kegiatan PRN itu menargetkan tersedianya platform uji coba dan pengembangan sistem big data, tersedianya berbagai prototipe dan pilot sistem big data di berbagai instansi, tersedianya jumlah produk inovasi teknologi big data yang termanfaatkan dan terlindungi dalam ragam hak atas kekayaan intelektual, dan tersedianya jumlah paper dalam jurnal maupun proceeding nasional atau internasional,” jelasnya.

Irwan berharap dengan adanya Big Data ini, tidak akan ditemukan lagi data-data yang berserakan sehingga memudahkan pada saat pencarian.(Hs.Foto.Hs)

Related posts