BPS Catat Ekspor Indonesia Naik 5,78 pada Agustus 2025

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2025 mencapai US$ 24,96 miliar, meningkat 5,78 persen dibandingkan Agustus 2024. Kinerja ekspor ini juga lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, yakni Juli 2025 yang tercatat sebesar US$ 24,75 miliar.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, menyampaikan bahwa peningkatan nilai ekspor terutama ditopang oleh komoditas migas dan sektor industri pengolahan.

“Ekspor migas tercatat meningkat 6,68 persen menjadi US$ 1,07 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari ekspor lemak dan minyak hewan/nabati yang memberikan andil sebesar 5,18 persen,” ujar Habibullah dalam rilis resmi yang dipantau melalui Youtube resmi BPS, Rabu (1/10).

Sementara itu, ekspor nonmigas pada Agustus 2025 tercatat mencapai US$ 23,89 miliar, yang terdiri dari beberapa sektor utama. Pertanian, kehutanan, dan perikanan: US$ 0,60 miliar, Pertambangan dan lainnya: US$ 3,40 miliar, Industri pengolahan: US$ 19,82 miliar dan Ekspor Januari–Agustus 2025 Tembus US$ 185,3 Miliar

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2025 mencapai US$ 185,3 miliar, naik 7,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, ekspor migas mengalami penurunan sebesar 14,14 persen menjadi US$ 9,04 miliar. Sebaliknya, ekspor nonmigas mengalami pertumbuhan positif sebesar 9,15%, dengan nilai mencapai US$ 176,09 miliar.

Habibullah menjelaskan bahwa sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama ekspor nonmigas selama periode tersebut, dengan kontribusi sebesar 12,26 persen terhadap total ekspor nasional.

“Tren positif ekspor nonmigas, khususnya industri pengolahan, menunjukkan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dalam perdagangan global,” ucapnya.