Jakarta, GPriority.co.id – Belum lama ini, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, mengungkapkan keinginannya untuk bergabung ke Partai Gerindra, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pada Rabu (12/11) lalu, sebagaimana dikutip dari laporan ANTARA, Budi menyebut keinginannya tersebut muncul usai Prabowo memberi pilihan langsung kepada dirinya antara PSI atau Partai Gerindra. Budi pun menyatakan dirinya siap bergabung ke Partai Gerindra jika diberi sinyal.
Namun menanggapi pernyataan Budi, Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, menegaskan jika dirinya menolak rencana masuknya Budi Arie ke partainya.
Menurut Ardianto, dengan masuknya mantan Menkominfo serta Menkop tersebut ke Gerindra, justru dapat mengganggu stabilitas internal partai karena adanya perbedaan visi dan pemikiran dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerindra.
Ardianto melanjutkan, kader Gerindra saat ini sudah cukup militan tanpa perlu tambahan anggota dari luar. Menurutnya, kehadiran Budi justru berpotensi merusak tatanan partai.
“Gerindra sudah punya kader militan melebihi Projo. Kalau Budi masuk, justru bisa merusak tatanan partai,” tekannya.
Lebih lanjut Ardianto menegaskan jika penolakan tersebut bukan bersifat pribadi melainkan beradasarkan aspirasi bersama antara pengurus dan kader daerah, yang nantinya akan disampaikan langsung ke DPP Gerindra.
Hingga saat ini, belum ada keputusan secara resmi dari DPP Gerindra yang berkaitan dengan penerimaan dirinya sebagai kader di partai tersebut.
Sebelumnya, Budi Arie resmi terpilih kembali sebagai Ketua Umum Relawan Projo periode 2025-2030 pada agenda Kongres III Projo yang digelar pada Minggu (2/11) lalu. Selain menghasilkan lima resolusi, dalam kesempatan tersebut Budi juga mengumumkan logo baru Projo.
Logo baru tersebut menjadi cerminan semangat serta tujuan organisasi Projo dalam jangka panjang serta berkelanjutan.
