Tangerang, GPriority.co.id – Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Ikram Malan Sangaji membuka lebar-lebar keran investasi di daerahnya terutama bagi sektor perikanan hingga perkebunan di ajang Apkasi Otonomi Ekspo 2025.
“Kita persilahkan para investor bidang perikanan, di bidang perkebunan ada Pala dengan prioritas Matani yang salah satu prioritas terbaik, kemudian ada Singki,” kata Ikram ditemui GPriority di stand Halsel, Tangerang, Banteng, Kamis (28/8).
Ikram mengatakan, Halteng yang berada di wilayah pengolahan perikanan 715 meliputi Laut Halmahera, Laut Maluku, sebagian laut atau perairan Halmahera bagian utara menyimpan segudang hasil perikanan seperti ikan tuna, cakalang dan pelagis kecil lainnya.
“Halmahera ini produk atau komoditas perikanan tangkap terutama tuna, cakalang dan pelagis kecil lainnya. Ini kita lihat di belakang ada salah satu jenis ikan pelajis besar, ikan tuna. Ini beratnya lebih dari 20 kilogram,” ujarnya.
Kendati demikian, Ikram menegaskan, hasil alam yang dijual bukan barang mentah alias sudah berbentuk barang jadi. Ia mendorong agar hilirisasi tersebut bisa menambah nilai ekonomi masyarakat.
“Jadi yang kita kembangkan bukan perkebunan, bukan menangkap ikan saja, tetapi yang kita kembangkan adalah hilirisasi. Dengan hilirisasi akan ada nilai tambah, edit valuenya akan meningkat, terutama bidang perikanan,” tuturnya.
Ikram mengaku Pemkab Halteng telah mengekspor produk perikanan ke sejumlah negara, salah satunya Vietnam. Maka itu, pihaknya, berupaya menambah daftar negara tujuan ekspor seperti China.
“Target kami paling tidak bisa diekspor ke Cina untuk produk perikanan. Karena Cina, market Cina itu lebih terbuka, dan produknya bisa tidak sesuai dengan standar yang di Uni Eropa, di Amerika, di Jepang,” ungkapnya.
Untuk diketahui, AEO 2025 digelar pada 28-30 Agustus 2025. Tahun ini, AOE 2025 mengangkat tema Trade, Tourism, Investment, and Procurement, “Produk Lokal Mengglobal”.
