Jakarta, GPriority.co.id – Pemprov DKI Jakarta tak akan mengikuti langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang membina anak nakal lewat barak militer.
Dilansir dari laporan Antara pada Kamis (15/5), Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim), Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik di kantor Gubernur Jakarta, menyatakan bahwa DKI Jakarta punya cara sendiri dalam menangani berbagai hal, seperti membimbing warga dan mendidik kaum muda tanpa memasukan anak ke barak militer.
Sebaliknya, Jakarta berfokus untuk memberi ruang bagi orang-orang untuk berkreasi, seperti di taman dan perpustakaan. Itulah sebabnya Pemprov DKI Jakarta akan memperpanjang jam buka taman dan perpustakaan hingga malam hari, bukan hanya membiarkannya buka pada siang hari.
Diakui oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Cyril Raoul Hakim, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan manusia berbasis pemberdayaan, dan bukanlah sebuah hukuman.
“Kami akan menerapkan banyak hal, tetapi lebih memadatkan pada kegiatan-kegiatan positif. Makanya taman dibuka sampai malam. Artinya, membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi di tempat yang seharusnya, termasuk perpustakaan,” imbuh Chico.
Selanjutnya terkait masalah preman jalanan, Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Polda Metro Jauya untuk melakukan penertiban selama 15 hari, yang berlangsung dari 15 Mei hingga 30 Mei 2025.
Pemprov DKI Jakarta juga akan menertibkan atribut ormas yang tidak memiliki izin, demi kepastian hukum dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Seperti kita tahu, ormas menjadi salah satu isu yang masih disoroti masyarakat Indonesia hingga saat ini. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan mengatakan jika pemerintah kini telah membentuk Satgas Penanganan Premanisme dan Ormas yang bertujuan untuk menjaga stabilitas nasional dan memberikan kepastian hukum, atas persoalan ormas yang meresahkan dan mengganggu investasi di Indonesia.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. PDI Perjuangan
