Wali Kota Bogor: Ada Bakteri E.Coli dan Salmonella Pada Menu MBG

Walikota Bogor: Ada Bakteri E.Coli dan Salmonela Pada Menu MBG Walikota Bogor: Ada Bakteri E.Coli dan Salmonela Pada Menu MBG

Jakarta, GPriority.co.id – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim membagikan hasil lab keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dalam laporan yang dilansir dari Antara pada Kamis (15/5), ia mengatakan hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Kota Bogor (Labkesda Bogor) menemukan dua bakteri penyebab keracunan, yakni E.Coli dan Salmonella.

Adapun bakteri tersebut ditemukan pada dua menu, yakni telur ceplok ala BBQ dan tahu goreng taoge. Keduanya dimasak pada malam hari dan disajikan keesokan harinya oleh penyedia makanan, Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bina Insani.

Makanan tersebut diberikan kepada 210 siswa yang kemudian menunjukkan gejala keracunan makanan. Dedie mengatakan hal ini merupakan masalah serius dan tidak boleh dianggap remeh. Ia meminta semua pihak terkait untuk segera meninjau dan membenahi tata cara penanganan makanan agar kejadian ini tidak terulang lagi.

Menurut laporan yang beredar, telur tersebut dimasak malam hari dan disajikan keesokan siangnya, sehingga waktu penyimpanan yang lama tersebut diduga menyebabkan pertumbuhan bakteri.

Dedie menegaskan, insiden ini merupakan kejadian serius dan meminta evaluasi menyeluruh terhadap SOP penyediaan makanan. Dedi juga menyebutkan bahwa sampel air dan pemeriksaan korban masih dalam proses.

“Dari hasil pemeriksaan lab yang sudah kita lakukan kurang lebih hampir 4 hari terakhir, hasilnya menunjukkan bahwa beberapa bahan (makanan) itu ternyata mengandung bakteri E.Coli dan Salmonella,” ungkap Dedi.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo, melaporkan  total 210 siswa terdampak berasal dari delapan sekolah, dengan rincian 34 orang masih dirawat di rumah sakit, 47 menjalani rawat jalan, dan 129 lainnya mengalami gejala ringan. Pemerintah Kota Bogor kini berkomitmen untuk terlibat penuh dalam penanganan medis serta pencegahan insiden serupa.

Sebagai informasi, bakteri E.Coli berbahaya karena dapat menyebabkan diare berat hingga sering kali berdarah, serta dapat menimbulkan sindrom uremik hemolitik (HUS) yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal akut yang dapat berakibat fatal.

Sementara, bakteri Salmonella juga berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan makanan, gejala seperti diare, demam, kram, perut mual, serta muntah. Selain itu, bakteri ini juga bisa mengakibatkan dehidrasi berat hingga kematian.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Pemkot Bogor