Bunga Dandelion Bisa Jadi Obat? Cek Faktanya

Bunga dandelion merupakan tanaman liar yang sering tumbuh di Indonesia. Tanaman ini termasuk dalam genus Taraxacum dari famili Asteraceae.

Memiliki ciri khusus bentuk batang yang kecil dan panjang, serta bunga yang berwarna tergantung jenisnya. Ada yang berwarna ungu, kuning, dan sebagainya. Bijinya yang terbang tertiup angin juga bisa mencapai 5 mil dan mendarat di tanah.

Meskipun tumbuh dengan liar dan subur dimana saja, bunga dandelion diklaim memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan, seperti:

1. Membantu menjaga kadar gula darah pada penderita penyakit diabetes tipe 2.

2. Dapat menangani sakit perut, nyeri sendi, eksim, memar, nyeri otot, hilang nafsu makan, infeksi virus, hingga kanker.

3. Daun dan akar dandelion dahulu diolah dengan direbus untuk untuk menangani gangguan hati, sakit perut, dan nyeri ulu hati.

4. Untuk menangani gangguan hati, diuretik, dan infeksi.

5. Memiliki kandungan antioksidan, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

6. Meningkatkan nafsu makan.

7. Akar dandelion mungkin dapat berperan menjadi laksatif atau pencahar alami.

8. Dandelion dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

9. Daunnya yang kaya vitamin A, C, K, mineral, kalsium, mangan, zat besi, dan kalium cocok menjadi paduan salad dan roti lapis yang sehat.

10. Akar dandelion yang dipanggang dapat digunakan untuk menyeduh kopi dengan hasil kopi yang bebas kafein. Dandelion juga banyak digunakan dalam pembuatan anggur atau wine.

Menurut informasi dari laman Hello Sehat, Walaupun manfaat yang terkandung dalam dandelion cukup banyak, hal tersebut belum ada penelitian yang membuktikan apakah dandelion efektif dalam mengobati kondisi medis. Dandelion kerap kali digunakan sebagai suplemen herbal, penggunaan produk obat ini belum disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, tetapi mendapatkan persetujuan di negara lain.

Selain dijadikan sebagai suplemen, dandelion juga ada yang berbentuk tablet, pil, dan teh. Namun, dandelion dalam bentuk alaminya lebih baik dibandingkan produk olahannya. Dosis pemberiannya juga tiap orang berbeda tergantung pada usia dan kondisi kesehatan masing-masing. Oleh sebab itu, disarankan untuk konsultasikan terlebih dahulu ke dokter dan taati aturan pemakaiannya.

Untuk gejala yang timbul, akar dan bunga dandelion dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti mual, muntah, anoreksia, batu empedu, kandung empedu meradang, dan reaksi hipersensitivitas (alergi).

Perlu diketahui, tidak semua orang bisa mengonsumsi dandelion, diantaranya yaitu ibu hamil dan menyusui, penderita infeksi kandung empedu dan penyumbatan saluran empedu, dan orang dengan hemokromatosis karena kandungan zat besi di dalamnya.

Selain itu, sebelum digunakan sebagai obat herbal, pastikanlah kualitas tanah yang digunakan untuk menanam tanaman ini baik, karena dandelion menyerap logam berat seperti timbal, nikel, tembaga, kadmium, pestisida, dan zat lain dari lingkungan sekitarnya. (Dwi.foto.dok.Istimewa)

Related posts