Fakfak, GPriority.co.id – Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Fakfak meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage, Selasa (22/9).
Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk melihat secara dekat kondisi wilayah terdampak, khususnya di titik SP 3 Distrik Bomberay serta SP 7 Distrik Tomage, sekaligus memastikan langkah-langkah penanganan dan pengendalian Karhutla dapat berjalan secara terpadu.
Fokus Peninjauan: Kondisi Lapangan dan Sinergi Penanganan
Dalam kunjungannya, Bupati Samaun Dahlan didampingi unsur Forkopimda serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak. Rombongan meninjau beberapa lokasi terdampak kebakaran di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang meningkatkan risiko munculnya titik api baru.
Bupati menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan wilayah terdampak. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap dampak Karhutla bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Saya bersama rombongan melihat secara dekat kondisi areal yang terdampak kebakaran, khususnya di titik SP 3 Distrik Bomberai serta SP 7 Distrik Tomage,” kata Bupati Samaun Dahlan kepada wartawan di Fakfak, Rabu (23/9/2026).
Ia meminta seluruh petugas gabungan yang berada di lapangan memprioritaskan penyekatan dan pemadaman pada titik-titik krusial untuk mencegah api meluas ke permukiman warga maupun fasilitas umum.
Imbauan Penggunaan Masker di Tengah Kabut Asap
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Fakfak telah mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara dipengaruhi kabut asap akibat Karhutla.
Penggunaan masker dinilai penting untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan asap, debu, dan partikel udara yang dapat mengganggu kesehatan. BPBD Fakfak menyarankan penggunaan masker khusus, seperti masker medis atau masker N95, untuk membantu mengurangi paparan asap.
“Mari bersama-sama menjaga kesehatan diri dan keluarga. Tetap waspada, kurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan, dan gunakan masker dengan benar,” demikian imbauan pemerintah daerah.
Imbauan serupa juga disampaikan melalui surat edaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak kepada seluruh sekolah agar memberitahukan dewan guru dan siswa untuk menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
Koordinasi Diperkuat untuk Cegah Meluasnya Api
Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat koordinasi bersama unsur Forkopimda, aparat, petugas di lapangan, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., yang turut mendampingi Bupati dalam peninjauan, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu dua bulan masa jabatannya, laporan mengenai Karhutla di Distrik Bomberay dan Tomage mendominasi dan terjadi secara masif.
Menurut Kapolres, sebagian besar pemicu kebakaran bermula dari kebiasaan warga yang membakar sampah rumah tangga tanpa memperhitungkan kondisi cuaca dan hembusan angin kencang. Ia meminta kepala kampung untuk menggencarkan imbauan peringatan kepada warga agar tidak membakar sampah sembarangan.
Apresiasi kepada Petugas Penanganan Karhutla
Bupati Fakfak juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam upaya menangani Karhutla di Distrik Bomberay dan Tomage. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama Forkopimda dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi untuk mengerahkan personel dan armada pemadam ke lokasi yang mengalami kebakaran cukup parah.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman dan penyekatan titik api masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan melaporkan segera jika menemukan titik api baru di wilayahnya.
Foto : Pemkab Fakfak
