Cukup Laporkan Pelanggaran Lalu Lintas, Vietnam Beri Rp3,2 Juta Ke Warganya

Cukup Laporkan Pelanggaran Lalu Lintas, Vietnam Beri Rp3,2 Juta Ke Warganya Cukup Laporkan Pelanggaran Lalu Lintas, Vietnam Beri Rp3,2 Juta Ke Warganya

Jakarta, GPriority.co.id – Bagi pengguna lalu lintas, pelanggaran seringkali ditemukan setiap harinya.

Di Vietnam, bagi warganya yang melaporkan pelanggaran lalu lintas, pemerintahnya bahkan memberikan imbalan uang senilai Rp3,2 juta.

Pemerintah Vietnam menerapkan kebijakan unik untuk meningkatkan keselamatan jalan raya dengan memberikan bayaran hingga 5 juta VND (sekitar Rp 3,2 juta) kepada warga yang melaporkan pelanggaran lalu lintas.

Pelanggaran ini bisa dilaporkan cukup melalui aplikasi VNeTraffic. Program ini bertujuan menambah pengawasan di jalan, mengingat keterbatasan jumlah kamera dan petugas lalu lintas.

Warga Vietnam dapat merekam pelanggaran seperti kebut-kebutan, menerobos lampu merah, atau melawan arah, dengan hadiah diberikan berdasarkan 10 persen dari total denda yang dikenakan pada pelanggar.

Terobosan ini diklaim efektif menurunkan angka pelanggaran lalu lintas.

Selain program pelaporan, pemerintah Vietnam juga meningkatkan pengawasan dengan memasang lebih banyak kamera, menaikkan denda, dan memperketat hukuman untuk pelanggaran lalu lintas.

Uang yang terkumpul dari denda, ditambah 30 persen dari hasil pelelangan pelat nomor, digunakan untuk meningkatkan fasilitas keselamatan jalan, membeli peralatan baru, dan mendukung operasional lalu lintas, termasuk investigasi kemacetan dan pembayaran petugas malam hari.

Kebijakan ini diharapkan menciptakan jalan yang lebih teratur dan aman di seluruh Vietnam.

Januari 2025, Denda Pelanggar Lalu Lintas Vietnam Lebih Tinggi

Berlaku mulai 1 Januari 2025, keputusan pemerintah baru di Vietnam mengharuskan pembayaran denda yang jauh lebih tinggi pada pelanggaran lalu lintas.

Sama seperti di Indonesia, di Vietnam banyak juga pengguna jalan raya yang sudah terbiasa melanggar peraturan lalu lintas, seperti menerobos lampu merah, berkendara di trotoar, berkendara melawan arah.

Banyak juga yang tidak memakai helm, karena denda yang sebelumnya dikenakan sangat rendah.

Pembayaran denda pelanggar lalu lintas yang lebih tinggi membuat banyak pengemudi terkejut.

Bahkan jumlah denda yang harus mereka bayar bisa membuat mereka kehilangan gaji dalam sebulan.

Meskipun Vietnam lambat memulai kebijakan ini dibandingkan beberapa negara lain, namun Vietnam berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya dengan tekad yang kuat.

Foto : LawNet