Jakarta, GPriority.co.id – Perumda Dharma Jaya menyiapkan berbagai peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan protein hewani bagi warga Jakarta.
Di tengah fluktuasi harga daging dan ayam di pasaran, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta ini tampil sebagai penyeimbang harga sekaligus penguat ketahanan pangan.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan transformasi bisnis yang mereka lakukan bukan semata demi ekspansi komersial, tetapi juga untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau.
“Jadi memang peningkatan sisi komersil ini 190 persen dibanding 2 tahun sebelumnya. Jadi peningkatannya lumayan signifikan dan ini berkat kerjasama dan support dari kita semua,” kata Raditya dalam forum Balkoters Talk bertajuk ‘Menilik Transformasi Bisnis Dharma Jaya untuk Ketahanan Pangan Jakarta’ di Pressroom Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (3/10)
Ia mencontohkan, produk-produk Dharma Jaya kini tersedia lebih luas melalui pasar modern seperti Transmart, Food Hall, Tip Top, Mitra, dan Hero, serta melalui e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Blibli.
“Masyarakat bisa belanja dengan tenang karena produk kami sudah terjamin higienitas dan kehalalannya,” ujarnya.
Peran penting Dharma Jaya dalam menahan gejolak harga juga diakui oleh Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim. Ia menyebut keberadaan Dharma Jaya sangat krusial ketika harga ayam di pasaran melonjak drastis.
“Saat harga ayam sempat melonjak hingga Rp 48.000 per kilogram, Dharma Jaya tetap menjualnya sebesar Rp 35.000 per kilogram,” tutur Afni.
“Bayangkan kalau kita beli daging tidak dengan Darma Jaya mungkin kita tidak bisa melakukan subsidi daging kepada masyarakat Jakarta. Begitu juga dengan subsidi ikan, begitu juga dengan subsidi ayam,” tambahnya.
Lebih lanjut, Afni berharap, transformasi yang dilakukan Dharma Jaya tidak hanya menjaga ketersediaan pangan dan keuntungan saja, tetapi juga dapat memberi dividen kepada pemerintah daerah.
“Mudah-mudahan dengan adanya transformasi ini, Darma Jaya bisa lebih baik, bisa lebih untung, dan ke depan bisa memberikan deviden kepada pemerintah DKI Jakarta,” pungkas Afni.
Pewarta : Fifi Abdurahman
