Diberitakan Sebagai Korban Tewas dalam Protes di Iran, Wanita Israel Terkejut

Tel Aviv, Gpriority.co.id – Noya Zion, seorang wanita muda Israel terkejut saat mengetahui fotonya disiarkan Channel 12, televisi nasional Israel sebagai korban yang tewas dalam protes di Iran. Sebuah bukti bagaimana Israel masif menjalankan propaganda dan berita palsu terkait Iran.

Noya Zion tengah menyaksikan siaran berita Channel 12 di rumahnya pada Senin (26/1). Ia terkejut ketika Channel 12 menampilkan fotonya dengan judul besar : “Empat Orang Yahudi Tewas dalam Protes di Iran.” Dalam berita itu ia disebut sebagai Sanaz Javaherian, seorang demonstran yang diduga ditangkap dan dipukuli hingga tewas oleh pasukan keamanan Iran.

Zion kemudian berbicara dalam akun X-nya. “Saya tidak pernah berpikir ini akan terjadi pada saya seumur hidup saya… Saya di rumah!” seru Zion dalam sebuah video yang merekam dirinya sendiri di samping siaran TV yang salah tersebut. “Saya di sini, saya hidup, duduk di rumah, dan dalam setengah jam saya akan pergi pelatihan. Saya belum pernah ke Iran seumur hidup saya.”

Ayah Zion pun membenarkan jika putrinya belum pernah sama sekali berkunjung ke Iran. “Bagaimanapun, Noya kita tidak berada di Teheran minggu lalu… Abaikan saja si pengganggu di Facebook dengan ratusan ribu pengikut; ada pihak yang bersekongkol dalam tindakan penggangguan ini. Channel 12, saluran orang-orang bodoh,” ujarnya.

Channel 12 sendiri belum mengeluarkan koreksi atau pernyataan publik mengenai siaran tersebut. Channel 12 atau Keshet 12 (Ibrani: ערוץ 12) adalah saluran televisi gratis Israel yang dimiliki oleh Keshet Media Group. Keshet Media Group, juga dikenal sebagai Keshet Company, adalah perusahaan media massa swasta Israel yang berkantor pusat di Tel Aviv.

Unggahan Noya Zion di X itu lantas menjadi bahan diskusi para netizen. Seorang pengguna X menyorotinya sebagai contoh “propaganda Israel” yang salah arah. Seperti yang dicatat dalam sebuah unggahan, “Propaganda Israel sangat efisien sehingga bahkan membunuh pemukimnya sendiri di TV.”

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah unggahan di X, mengkritik penyebaran informasi palsu dan menyebutnya sebagai bagian dari pola disinformasi dan narasi menyesatkan yang lebih luas yang menargetkan Iran.

Dikutip dari Wana, media Iran, Pejabat Iran tersebut selanjutnya menggambarkan insiden tersebut sebagai bagian dari upaya propaganda yang lebih luas dan terorganisir. Ia membandingkan taktik tersebut dengan “Große Lüge” (Kebohongan Besar), sebuah teknik propaganda yang secara historis dikaitkan dengan era Hitler.

Otoritas Iran sendiri telah mengkonfirmasi bahwa badan intelijen Amerika dan Israel terlibat langsung, memberikan pendanaan, pelatihan, dan dukungan media kepada para perusuh dan teroris bersenjata yang beraksi di jalanan dalam protes dan demontrasi anti pemerintah.

Foto : Istimewa