Disbudpar Aceh Gelar Pelatihan Pengelola Homestay di Sabang

Penulis : Zulfitra | Editor : Lina F | Foto : Kabid Pengembangan Destinasi Disbudpar Aceh, Munawir Arifin. (Istimewa)

Aceh, GPriority.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar pelatihan bagi para pengelola Homestay disekitar objek wisata yang dilaksanakan di Kota Sabang, Selasa, 5 September 2023.

Para peserta pelatihan yang ikut tersebut merupakan pengelola homestay yang ada di Desa Anoi Itam, Aneuk Laot, Ie Meulee, Jaboi, Iboih, Paya Seunar, dan Krueng Raya.

Selain itu, kegiatan pelatihan tersebut juga menghadirkan narasumber berkompeten, diantaranya, Alif Fouzi dari Desa Wisata Dieng Kulon, dan Nurhayati dari Desa Nusa, Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal melalui Kabid Pengembangan Destinasi, Munawir Arifin menjelaskan, pelatihan ini adalah bentuk perhatian khusus pihaknya terhadap pelaku pariwisata khususnya di Kota Sabang, dengan harapan nantinya mereka dapat mendatangkan wisatawan serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sana.

Tak hanya itu, dengan dilakukannya pelatihan tersebut, Munawir pun juga berharap desa wisata di Aceh nantinya dapat menerapkan komponen dasar yang wajib tersedia dalam pengembangan desa wisata, seperti adanya atraksi dan akomodasi yang terdiri dari 3S, yakni Sapa, Senyum, dan Salam, serta Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan).

“Kemudian dengan aspek-aspek lain seperti aksesibilitas, infrastruktur dan sumber daya manusia,” katanya.

Di kesempatan itu ia juga mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang telah hadir untuk memberikan pengetahuan dan berbagai ilmu, serta pengalaman terbaik sebagai pembelajaran dalam rangka memajukan pariwisata Aceh.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Aceh juga mengapresiasi perkembangan desa wisata yang kian meningkat di Aceh.

Ia mengungkap, berdasarkan data Disbudpar tahun 2021, desa wisata di Aceh berjumlah 34 desa. Kemudian di tahun 2022, ada penambahan sebanyak 6 desa. Dan selanjutnya, di tahun 2023, terdapat 119 desa. Jumlah tersebut berasal dari 20 kabupaten/kota dengan berbagai klasifikasi, mulai dari rintisan 90 desa, 27 berkembang, serta maju 2 desa.

“Tidak dapat dipungkiri dan ini fakta desa wisata dapat membangkitkan perekonomian masyarakat. Ragam kegiatan yang ada di desa wisata diharapkan dapat memberikan pengalaman unik dan berkesan kepada wisatawan (quality of experience),” ungkapnya.

Menurutnya, quality of experience ini dapat menambah lamanya masa tinggal kunjungan wisatawan (length of stay), dan meningkatkan pengeluaran belanja (expenditure), bahkan melakukan kunjungan kembali (repeater).

Sementara itu, salah satu penggiat homestay yang ada di Kota Sabang, Febianty Savila, mengaku senang dan mengucapkan terima kasih kepada Disbudpar Aceh atas terselenggaranya pelatihan pengelola homestay di Kota Sabang tersebut.

Febianty berharap, dengan adanya pelatihan ini bisa membangkitkan semangat para pengelola Homestay di Aceh, khususnya di Sabang. Sehingga kedepannya dapat menarik lebih banyak wisatawan berwisata ke Aceh. Tentunya berkat ilmu yang didapat dari kegiatan pelatihan hari ini.

“Semoga ke depannya homestay dan penginapan yang ada di Kota Sabang bisa meningkat dan para pelaku homestay bisa memberikan fasilitas dan aktraksi wisata yang baik untuk pengunjung yang akan berkunjung ke Sabang, sehingga menghadirkan wisatawan domestik dan mancanegara,” harap Febianty.

Hal senada juga diungkapkan peserta lainnya, Roni Zariansyah. Ia berharap pelatihan seperti ini tidak putus sampai disini. Namun berlanjut dan menjadi agenda rutin tiap tahunnya oleh Disbudpar Aceh.

“Karena masih ada pegiat atau pengelola homestay lain di Aceh yang belum berkesempatan untuk bisa ikut untuk bisa menyerap ilmu sebagus di pelatihan ini,” ujarnya.