RSUD Pidie Jaya Sudah Punya Mesin Hemodialisia, Masyarakat tak Perlu Keluar Daerah untuk Cuci Darah

Penulis : Zulfitra | Editor : Lina F | Foto : Istimewa

Aceh, GPriority.co.id – Ada kabar kembira untuk masyarakat Kabupaten Pidie Jaya, khususnya mereka-mereka yang selama ini menderita jenis penyakit seperti, ginjal akut, hipertensi, jantung, dan lain-lain yang mesti menjalani perawatan medis secara rutin dengan cara melakukan cuci darah, kini tak perlu khawatir lagi melakukannya di RSUD di luar Kabupaten Pidie Jaya.

Pasalnya, RSUD Pidie Jaya kini telah memiliki alat cuci darah sendiri dan sudah mulai dioperasikan. Dengan tersedianya itu, perlengkapan alat medis di RSUD Pidie Jaya saat ini semakin lengkap.

Tak ayal hal itu sangat membantu masyarakat di daerah itu saat ini. Sebab dapat memangkas dan menghemat pengeluaran biaya berobat warga atau pasien di kabupaten itu dari sebelumnya, karena cuci darah di RSUD di luar Kabupaten Pidie Jaya.

Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas, disela kegiatan peresmian ruangan hemodialisa di RSUD setempat dan alat cuci darah menyebut, jika pemerintahan Pidie Jaya saat ini terus melakukan perbaikan dan peningkatan kebutuhan segala sektor, khususnya yang dibutuhkan masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya.

“Salah satunya alat cuci darah ini,” kata Aiyub Abbas didampingi Wakil Bupati, Said Mulyadi, Selasa, 5/9/2023.

Aiyub mengaku, apa yang dilakukan pemerintah daerah melalui RSUD setempat saat ini guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada maasyarakat di kabupaten itu semakin maksimal.

Disamping itu, kata Aiyub, juga dapat sedikit meringankan beban masyarakat di sana, khususnya mereka yang sakit dan membutuhkan untuk cuci darah.

Usai diresmikan-nya ruang hemodialisa di RSUD Pidie, Aiyub mengaku pasien yang mengalami gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah sudah dapat dilayani, dan tidak perlu lagi pergi ke RSUD di luar kabupaten itu untuk menjalani cuci darah.

Tak hanya itu, para petugas yang bertugas di ruangan cuci darah di RSUD itu pun juga sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya secara komplit. Sehingga dipastikan petugas disana semuanya sudah mahir dalam mengoperasikan alat tersebut.

“Saat ini rumah sakit pemerintah ini sudah memiliki empat unit mesin cuci darah. Begitu pula petugas medis-nya, sudah teruji,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap ruang hemodialisa di RSUD tersebut dalam seharinya dapat menampung dan melayani pasien cuci darah sebanyak delapan hingga sepuluh orang.

“Jika itu dalam kondisi normal,” katanya.

Lebih jauh, Aiyub menuturkan, keberhasilan menambahkan unit pelayanan cuci darah di RSUD Kabupaten Pidie Jaya tersebut saat ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak, terutama mereka-mereka yang terus melakukan koordinasi dengan para pihak yang berkompten dengan cara melakukan monitoring terkait berbagai perkembangan pelayanan rumah sakit tersebut kususnya.

“Sebagai informasi. Dalam pengoprasian-nya nanti, penanggung jawab penuh atas ruangan cuci darah itu dipegang oleh dr. Era Muliana,” ujarnya.

Turut serta pada peresmian dan pengoperasian ruangan serta alat Hemodialisia, diantaranya; Supervisor Prof. Dr. dr. Maimun Syukri, SpPD-KGH, FINASIM Staf Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedoktetan Universitas Syiah Kuala.