Jakarta, GPriority.co.id – Dinas Pertamanan dan Hutan (Distamhut) DKI Jakarta melaporkan jika 69 dari 80 Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta kini telah penuh.
Dilaporkan oleh Kepala Distamhut DKI Jakarta, M. Fajar Sauri sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Senin (27/10), puluhan TPU tersebut saat ini hanya dapat melayani pemakaman dengan sistem tumpang (satu liang untuk beberapa anggota keluarga).
Lebih lanjut Fajar menyebut, metode makam tumpang menjadi pilihan paling realistis di tengah krisis lahan pemakaman baru saat ini. Menurutnya, hanya tersisa 11 TPU di ibu kota yang masih bisa menampung jenazah baru. Kapasitas ini disebut hanya bisa tersedia hingga 3 tahun mendatang.
“Apabila pelayanan rata-rata 100 jenazah per hari, lahan tersedia sampai tiga tahun ke depan,” ujarnya.
Adapun 11 TPU di Jakarta yang masih dapat menampung jenazah baru antara lain :
1. TPU Rawa Terate
2. TPU Cipayung
3. TPU Cilangkap
4. TPU Bambu Apus
5. TPU Cipinang Besar
6. TPU Rorotan
7. TPU Tanah Kusir
8. TPU Srengseng Sawah
9. TPU Kampung Kandang
10. TPU Tegal Alur
11. dan TPU Pengadungan.
Kondisi krisis lahan pemakaman ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Terlebih hingga saat ini jumlah penduduk di Jakarta terus meningkat setiap tahunnya.
Jumlah penduduk yang semakin padat dan terbatasnya ruang kota menjadi penyebab utama dari krisis lahan pemakaman di ibu kita.
Dalam laporan yang berbeda, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut jika pihaknya akan menggelar rapat internal guna membahas solusi jangka panjang terkait permasalahan keterbatasan lahan pemakaman di ibu kota.
Namun untuk saat ini, ia belum dapat menjabarkan secara spesifik langkah apa yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Saya meminta untuk dibuka TPU-TPU baru yang memungkinkan. Sekarang ini sedang dilakukan oleh Dinas Pertamanan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada,” ujar Pramono beberapa waktu lalu.
