Dituntut untuk Hormati PKB, Serikat Pekerja: Tidak Ada Itikad Baik Dari Direksi Gunnebo Grup

Jakarta,Gpriority-Pada hari ini serikat pekerja PT Indolok Bakti Utama (Gunnebo Grup) melakukan tuntutan kepada Presiden Direktur perusahaan Narinder Arora atas pelanggaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sudah disepakati dalam menjalankan program efisiensi perusahaan.

Menurut mereka, manajemen dianggap tidak mau membayar kompensasi sesuai PKB dan memilih UU Omnibuslaw sebagai rujukan dengan alasan tidak ada dana.

Dalam siaran persnya, Ketua Serikat Pekerja Gerry Intam mengatakan bahwa tuntunan ini dilakukan dikarenakan sikap Presiden Direktur yang tidak memenuhi hak karyawan, mangkir dari kesepakatan yang tertuang di PKB dan tidak mengharga ide serta dedikasi karyawan menunjukan tidak adanya itikad baik dalam berusaha di Indonesia.

“ Sikap manajemen inilah yang memaksa  kami mengambil keputusan ini. Kami juga sudah melaporkan hal ini ke Komisi 9 DPR RI dan juga Komnas HAM,” jelas Gerry.

Gerry dalam siaran persnya juga  mengatakan bahwa pada  saat ini PKB yang digunakan adalah PKB 2017-2019, sedangkan untuk 2019-2021 masih dalam proses pembaharuan di Kementerian sehingga yang berlaku saat ini masih PKB sebelumnya.

“Kami sudah mengirimkan surat ke manajemen tentang keberatan-keberatan kami, yang juga kami tembuskan ke seluruh karyawan dan anggota Komisi 9 DPR,“ucap Gerry.

Sikap ini juga diambil dikarenakan pihak direksi tidak pernah memenuhi panggilan dinas tenaga kerja di Jakarta dan beberapa kota lain di mana Gunnebo membuka cabangnya. Pemanggilan ini, ungkapnya berkaitan dengan gaji karyawan yang tidak di bayar serta  PHK sepihak yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Untuk mendaftarkan PKB 2019-2021 pun ditunda-tunda padahal sudah dipanggil oleh pihak kementerian. Namun setelah karyawan menyatakan sikap melalui aksi dukung PKB barulah kemudian didaftarkan.”

Gerry pun menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan itikad baik asalkan manajemen juga menunjukkan keseriusannya dalam memenuhi hak-hak karyawan terkait efisiensi perusahaan.

“Program efisiensi ini sebenarnya adalah bagian dari perubahan strategi global yang melakukan restrukturisasi perusahaan sehingga Indonesia pun terdampak dari kebijakan tersebut, dari yang tadinya perusahaan lokal menjadi unit bisnis dari perusahaan global.”

Sekedar informasi, Gunnerbo Group merupakan perusahaan Swedia yang memiliki unit usaha PT Chubbsafes Indonesia sebagai pabrik yang berdiri sejak 1972, serta distributor  PT Indolok Bakti Utama yang menggunakan perusahaan cangkang untuk pemegang saham lokal serta PT Gunnebo Indonesia Distribution (PMA) yang baru berdiri tahun 2019. (Hs.Foto.SP Gunnebo)

Related posts