Donald Trump Beri Tarif 100 Persen Untuk Film yang Diproduksi di Luar AS

Trump: Thailand dan Kamboja Sepakat Perbarui Gencatan Senjata/Foto : Dok. Getty Images Trump: Thailand dan Kamboja Sepakat Perbarui Gencatan Senjata/Foto : Dok. Getty Images

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif 100 persen untuk film yang diproduksi di luar AS (Amerika Serikat). Kebijakan ini diumumkan pada Minggu (4/5) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Donald Trump mengatakan jika industri film di AS saat ini sedang sekarat akibat insentif yang ditawarkan negara lain untuk menarik pembuat film Amerika.

“Ini merupakan upaya bersama oleh Negara-negara lain dan, oleh karena itu, merupakan ancaman bagi Keamanan Nasional. Selain itu, ini adalah pesan dan propaganda,” kata Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.

Trump mengatakan jika dirinya memberi wewenang kepada badan-badan pemerintah AS yang relevan seperti Departemen Perdagangan, untuk segera memulai proses penerapan tarif 100% pada semua film yang diproduksi di luar negeri yang kemudian dikirim ke Amerika Serikat.

Trump secara tegas mengatakan jika ia ingin film kembali dibuat di Amerika. Senada, Menteri Perdagangan Howard Lutnick juga memposting di X dan mengatakan jika pemerintah AS sedang mengerjakannya.

Kendati demikian, baik Trump maupun Lutnick, tidak memberikan rincian lebih lanjut. Belum jelas apakah langkah tersebut akan ditargetkan pada perusahaan produksi, baik asing maupun Amerika, yang memproduksi film di luar negeri.

Sebagai informasi, produksi film dan televisi di Los Angeles telah turun hampir 40% selama beberapa dekade terakhir, menurut FilmLA, sebuah lembaga nirlaba yang melacak produksi di wilayah tersebut.

Usai Donald Trump memberlakukan kebijakan tarif secara global, hal tersebut mengguncang pasar dan menyebabkan kekhawatiran akan resesi AS.

Dilansir dari New York Post, menurut mantan pejabat senior perdagangan William Reinsch, yang juga merupakan seorang peneliti senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional, mengatakan jika penetapan tarif film asing Trump dapat membunuh industri di AS.

“Balasan itu akan membunuh industri kita. Kita akan kehilangan lebih banyak daripada yang kita dapatkan,” katanya.

Foto : Dok. Fortune