Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah laporan dari NBC News mengungkap rumor Presiden Donald Trump yang ingin merelokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Juru bicara Kemlu RI, Rolliansyah Soemirat, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia saat ini belum menerima informasi terkait usulan tersebut.

Rumor ini muncul dari laporan NBC News, yang menyebut tim transisi Trump sedang mendalami rencana relokasi sementara warga Gaza selama proses rekonstruksi.
Sementara itu, Indonesia dianggap menjadi salah satu negara potensial penerima relokasi.
Sebagai informasi, jalur Gaza mengalami kehancuran akibat agresi Israel sejak Oktober 2023. Insiden tersebut telah menghancurkan rumah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga sekolah.
Adapun rencana relokasi ini menuai kritik, terutama dari negara-negara kawasan yang khawatir dapat menciptakan krisis pengungsi baru.
Disisi lain, warga Palestina juga merasa cemas jika relokasi menghalangi mereka kembali ke Gaza.
Menurut informasi yang beredar, utusan Timur Tengah Trump, Steve Witkoff, dijadwalkan akan meninjau situasi Gaza secara langsung, dengan bertujuan untuk memahami kondisi rekonstruksi di wilayah tersebut.
Kemlu RI: Pemindahan Warga Gaza Tidak Dapat Diterima

Sementara itu dikutip dalam pernyataan resminya, Kemlu RI mengatakan jika pemerintah Indonesia saat ini menghindari spekulasi tentang isu tersebut, apalagi belum adanya kejelasan informasi.
Indonesia pun tegas dan tetap berprinsip bahwa pemindahan warga Gaza tidak dapat diterima.
“Upaya untuk mengurangi penduduk Gaza hanya akan mempertahankan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina dan sejalan dengan strategi yang lebih besar yang bertujuan untuk mengusir orang Palestina dari Gaza,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
Kemlu RI juga menilai bahwa gencatan senjata di Gaza diharapkan dapat menjadi momentum untuk memulai dialog dan negosiasi.
Hal tersebut guna mewujudkan solusi dua negara (two-state solutions), yang sesuai dengan hukum internasional dan parameter internasional yang telah disepakati.
Foto : AFP News
