Dongkrak Gig Economy, Pemerintah Kaji Program Work From Mall

Pemerintah tengah menggaungkan Work From Mall (WFM) untuk mendongrak gig economy di tanah air/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Pemerintah tengah menggaungkan Work From Mall (WFM) untuk mendongrak gig economy di tanah air/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Sebagai bagian dari kebijakan Work From Anywhere (WFA), pemerintah kini tengah mengkaji program Work From Mall (WFM). Adapun usulan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip dari ANTARA pada Selasa (30/12) kemarin.

Airlangga mengatakan, pemerintah kini tengah mendorong penguatan ekonomi berbasis gig economy, yang merupakan sistem kerja fleksibel dan melibatkan pekerja lepas juga sektor digital. Menurutnya, konsep Work From Mall sejalan dengan kebutuhan para pelaku gig economy.

“Nah, gig economy kita tahu basisnya adalah anak muda yang work-nya from everywhere and from anywhere. Jadi itu yang kita dorong karena itu bisa disediakan kepada HIPPINDO (Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia) untuk menyediakan workstation,” ujar Airlangga.

Ke depannya, pengelola mal dapat menyiapkan berbagai fasilitas seperti workstation dengan konektivitas internet yang memadai, area kerja yang nyaman, beserta dukungan fasilitas lainnya guna memenuhi kebutuhan para pelaku gig economy.

Adapun tujuan program ini ialah untuk mendorong transformasi pusat perbelanjaan, agar tidak sekadar berfungsi sebagai tempat belanja, namun juga sebagai ruang aktivitas ekonomi dan produktivitas.

Lewat kebijakan tersebut, pemerintah ingin mengadaptasi perubahan pola kerja serta mengoptimalkan peran pusat perbelanjaan guna mendukung aktivitas ekonomi di tanah air.

Menurut Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, saat ini pusat perbelanjaan semakin memiliki peran strategis. Bukan sekadar ruang untuk berkumpul serta berinteraksi, namun juga bisa untuk bekerja.

“Mal kini bukan hanya tempat belanja, tetapi ruang berkumpul, bekerja, dan beraktivitas ekonomi masyarakat urban. Peningkatan kunjungan akan langsung berdampak pada penjualan ritel melalui program diskon nasional Desember,” ungkap Budihardjo dikutip dari ANTARA.

Ia menekankan, pihaknya sangat mendukung program inisiasi pemerintah tersebut. Menurutnya, melalui kebijakan ini dapat semakin meramaikan kunjungan mal dan mendorong penjualan ritel di Indonesia.

“Kami mencatat penjualan ritel mulai meningkat dalam dua minggu terakhir meski data rinci masih dikompilasi. Penguatan konsumsi domestik penting agar perdagangan dalam negeri menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” lanjutnya.