DPP NasDem Soroti Isu Merger dengan Gerindra: Merendahkan Suara Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Asep Wahyuwijaya soal isu merger Gerindra-NasDem/Foto Fraksi NasDem

Jakarta, GPriority.co.id – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Asep Wahyuwijaya, mengkritik sampul Majalah Tempo edisi pekan ini yang mengangkat isu merger atau penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Ia menilai pemberitaan tersebut berpotensi merendahkan suara rakyat yang telah memberikan mandat kepada partai politik.

Dalam laporan edisi Senin (13/4), Tempo, menarasikan bahwa Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, disebut menghadapi tekanan dalam mengelola partai hingga muncul isu penggabungan dengan partai lain.

Asep menilai framing yang digunakan Tempo seolah-olah menggambarkan Partai NasDem sebagai entitas bisnis seperti perusahaan, bukan sebagai lembaga politik yang mewakili aspirasi publik.

“Jadi, menurut hemat saya, judul Tempo yang melakukan framing dengan menulis seolah-olah Partai NasDem adalah sebuah PT atau perusahaan tentunya bisa dikategorikan merendahkan suara rakyat yang telah memilih dan menitipkan amanat kepada Partai NasDem,” kata Asep dalam keterangannya, Selasa (14/4).

Ia menambahkan, dalam konteks politik, istilah penggabungan dinilai kurang tepat. Menurutnya, jika pun ada kerja sama antara Partai NasDem dan Partai Gerindra, bentuk yang lebih elegan adalah aliansi strategis, bukan merger.

Asep menjelaskan, aliansi strategis memiliki bobot yang lebih kuat karena didasarkan pada kesamaan nilai dan cita-cita untuk kemajuan bangsa, bukan sekadar pembagian kekuasaan seperti dalam koalisi pragmatis.

Lebih lanjut, Asep meyakini bahwa Surya Paloh tidak akan mengambil langkah gegabah terkait masa depan Partai NasDem. Ia menegaskan bahwa partai tersebut didirikan atas dasar gagasan besar untuk mendorong perubahan dan kemajuan bangsa.

Menurutnya, Partai NasDem kini telah menjadi milik publik dengan basis pemilih yang mencapai belasan juta orang, jutaan kader aktif, serta ribuan anggota legislatif di berbagai tingkatan.

“NasDem didirikan Pak Surya karena adanya ide dan gagasan besar perubahan untuk kemajuan bangsa yang akan diwariskan kepada republik ini,” ucapnya.

Asep juga menyoroti sosok Surya Paloh sebagai politisi dan pengusaha yang dinilai telah selesai dengan kepentingan pribadi. Ia menyebut pembangunan kantor pusat Partai NasDem, NasDem Tower di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebagai bentuk warisan untuk rakyat melalui partai politik. Karena itu, Asep menegaskan bahwa partai politik tidak dapat disamakan dengan entitas bisnis.