Jakarta, GPriority.co.id – DPR RI mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status bencana nasional atas musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah provinsi di Indonesia.
Anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, mengatakan langkah tersebut sangat dinantikan masyarakat, khususnya para korban yang kini menghadapi kondisi semakin parah dan memprihatinkan.
“Banjir besar ini telah menelan korban jiwa, memicu penyakit kulit, memadamkan arus listrik di berbagai wilayah, dan mengakibatkan kerugian material serta immaterial yang tidak terhitung. Di Aceh, banjir akhir tahun ini merusak banyak barang elektronik dan kendaraan bermotor warga,” ujar Nasir dalam keterangannya, Kamis (27/11).
Ia menambahkan, penanganan bencana akan terhambat apabila pemerintah pusat belum menetapkan status bencana nasional. Putusnya jalur darat di sejumlah wilayah juga mengakibatkan kelangkaan kebutuhan pokok yang memperparah kondisi warga, terutama mereka yang mengungsi dan sulit dijangkau bantuan daerah.
Nasir menegaskan bahwa banjir kali ini telah memenuhi indikator penetapan bencana nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008, serta Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dalam Keadaan Tertentu.
Indikator tersebut mencakup jumlah korban yang besar, kerugian material signifikan, cakupan wilayah terdampak yang luas lintas daerah, terganggunya pelayanan publik dan pemerintahan, serta menurunnya kemampuan daerah dalam menangani bencana.
Melihat kondisi banjir di banyak provinsi, Nasir menilai unsur-unsur tersebut telah terpenuhi dengan jelas.
“Jika tidak segera ditetapkan sebagai bencana nasional, saya khawatir jumlah korban akan terus bertambah. Dengan kerendahan hati, saya meminta dan mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan status tersebut. Negara dan pemerintah pusat harus hadir, turun tangan, dan menyalurkan bantuan yang lebih besar serta terkoordinasi,” tegas anggota Fraksi PKS itu.
Sebagai informasi, banjir dan longsor melanda berbagai wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat cuaca ekstrem. Bencana tersebut mengakibatkan ribuan warga terdampak, bahkan menimbulkan korban jiwa.
