Jakarta, GPriority.co.id -Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pemerintah daerah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Audit itu, menurutnya, perlu difokuskan pada aspek perekrutan, pelatihan, dan pengawasan tenaga ahli program MBG tersebut.
Dorongan tersebut disampaikan Ateng menyusul maraknya kasus keracunan MBG yang menimpa siswa di sejumlah daerah di Indonesia.
“Program MBG adalah program strategis dan mulia. Namun jika pengelolaannya tidak profesional, justru akan menimbulkan masalah baru. Jangan sampai program untuk menyehatkan anak bangsa malah menjadi bumerang karena lemahnya kompetensi SDM,” kata Ateng dalam keterangannya, Rabu (1/10).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta evaluasi program MBG dilakukan secara terbuka.
Ia menekankan, oknum yang lalai memastikan makanan higienis hingga menyebabkan keracunan massal harus diberikan sanksi tegas.
“Ini soal nyawa anak-anak kita. Negara harus hadir memastikan setiap suapan makanan bergizi juga aman dan higienis,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana mengungkapkan jumlah kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meningkat.
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (1/10), Dadan menyebut BGN telah membentuk 9.760 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga September 2025. Namun, kasus keracunan juga naik, dari 24 kasus pada Januari–Juli menjadi 48 kasus pada Agustus–September.
Kasus terbaru terjadi di Pasar Rebo dan Kadungora. Di Kadungora, keracunan diduga akibat susu yang langsung diminum oleh penerima manfaat. Secara total, lebih dari 6.500 orang terdampak keracunan MBG di tiga wilayah pemantauan.
Pewarta : Fifi Abdurahman
