Jakarta, GPriority.co.id – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian Untayana, mengkritik penyelenggaraan acara Employee Gathering 2026 yang digelar Bank Jakarta di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (26/4).
Menurut Justin, acara Bank Jakarta yang mengundang artis-artis papan atas mulai dari Sheila On 7 hingga Wika Salim itu tidak tepat, dikarenakan kinerja bank tersebut yang terus menurun selama beberapa waktu ke belakang.
“Acara Employee Gathering itu tidak seharusnya diselenggarakan di tengah-tengah kinerja Bank Jakarta yang sedang menurun. Bank Jakarta menyewa venue yang tidak murah, dan mengundang artis-artis papan atas pula. Rasanya tidak masuk akal kalau selebrasi sebesar dan semewah ini diadakan ketika pendapatannya sedang menurun,” kata Justin di Jakarta, Senin (27/4).
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan keuangan tahunan 2024, laba bersih Bank Jakarta turun secara year on year (YoY) dari Rp1,02 triliun pada 2023 menjadi Rp779 miliar pada 2024. Penurunan berlanjut pada 2025, dengan laba hanya mencapai Rp330 miliar.
Tidak hanya itu, lanjut Justin, Laporan Keuangan Tahunan Bank Jakarta 2025 menunjukkan data terkini laba bank tersebut hanya sebesar Rp330 miliar di tahun 2025, di mana hal itu menunjukkan penurunan lebih dalam lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dari laporan keuangan tahunannya saja, bisa dilihat kalau labanya itu menurun. Pada tahun 2023, Bank Jakarta memang meraup laba bersih sebesar Rp1.02 triliun. Tapi, di tahun berikutnya angka tersebut drop jauh ke Rp779 miliar, dan di 2025 turun lagi ke Rp330 miliar. Lalu, apa yang perlu diselebrasikan?” ujarnya.
Selain kinerja keuangan, Justin juga menyoroti kualitas layanan Bank Jakarta, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank DKI, yang dinilai masih buruk. Ia menyinggung gangguan sistem yang sempat terjadi menjelang Lebaran tahun lalu hingga dugaan upaya peretasan.
“Jangan lupa, layanan Bank Jakarta juga pernah error tahun lalu pada bulan-bulan ini. Bahkan hingga kini, layanannya juga masih sering error. Malah, masalahnya itu kadang-kadang terjadi ketika orang-orang sedang gajian. Jadi, alih-alih merasa senang karena gajinya turun, para nasabah harus dibuat kesal oleh pelayanan Bank Jakarta yang buruk,” tegas Justin.
Atas hal itu, Justin menilai, Bank Jakarta seharusnya memprioritaskan pembenahan internal daripada menggelar acara besar yang dinilai boros dan tidak tepat sasaran.
“Lebih baik, uang yang dihamburkan demi acara ini dipakai untuk melakukan perbaikan-perbaikan internal itu. Apalagi, kini uangnya juga terbatas karena pendapatan Bank Jakarta yang menurun. Ini sangat mengecewakan sekaligus memalukan!” pungkas Justin.
