Ekonomi Tumbuh, Pasar Uang Kembali Menggeliat

Jakarta,Gpriority-Menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia membawa dampak baik bagi perekonomian Indonesia. Hal ini bisa terlihat dari kepercayaan investor terhadap pasar modal. Berdasarkan catatan Bursa Efek Jakarta, hingga hingga 26 Oktober 2021, jumlah uang yang ditanamkan investor ke Indonesia mencapai Rp273,9 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, kepercayaan investor terhadap pasar modal dan perekonomian Indonesia juga terlihat dari nilai penghimpunan dana hingga 26 Oktober 2021 mencapai Rp273,9 triliun dan 40 emiten baru yang telah melakukan penawaran umum.

Jumlah ini melampaui perolehan di tahun 2020 sebesar Rp118,7 triliun. Selain itu, pasar modal juga mencatat lonjakan pertumbuhan investor pasar modal terutama dari kalangan milenial. Hingga 21 September 2021 tercatat investor di pasar modal Indonesia sebanyak 6,4 juta orang atau tumbuh 100,51 persen (yoy).

“Oleh karena itu, kami mengajak Anda berinvestasi di Indonesia khususnya di pasar modal dan menikmati hasil investasi yang baik,” kata Wimboh di hadapan investor dan pengusaha Inggris Raya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemerintah Indonesia telah memberikan banyak insentif investasi seperti pengurangan tarif 2 persen dari pajak penghasilan badan untuk emiten, pengurangan pajak atas bunga obligasi korporasi dari 20 persen menjadi 10 persen dan juga omnibus law yang sangat menyederhanakan perizinan untuk investor global. Di samping itu, pemerintah juga terus membangun infrastuktur guna mempermudah akses dan meningkatkan efisiensi yang akan menambah keuntungan bagi para investor.

“Kami juga mencatat ada pergeseran preferensi investor asing dari Surat Berharga Negara ke pasar modal Indonesia, yang menggambarkan kepercayaan investor terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia,” kata Wimboh.

Pihak OJK mencatat kepercayaan terhadap prospek perekonomian Indonesia juga ditunjukkan dengan net buy oleh nonresiden.  Hingga 22 Oktober 2021, nonresiden memasukkan modal sebesar Rp6,07 triliun (net buy Rp9,89 triliun di pasar saham dan net sell sebesar Rp3,82 triliun di pasar SBN).

Kabar baik juga datang dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat naik ke level 6,644 atau menguat 5,7 persen month to date (mtd). Sementara itu, pasar SBN terpantau relatif stabil dengan rerata yield SBN naik 1,2 basis poin (bps).

Penghimpunan dana di pasar modal hingga 26 Oktober 2021 telah mencapai nilai Rp273,9 triliun atau meningkat 282,8% dari periode yang sama tahun lalu, dengan terdapat 40 emiten baru. Selain itu, masih terdapat penawaran umum yang masih dalam proses dari 82 emiten dengan nilai nominal sebesar Rp43,32 triliun.(Hs.Foto.Istimewa)

Related posts