Jakarta, GPriority.co.id – Ekowisata Mangrove Wonorejo atau biasa juga disebut dengan Hutan Wisata Mangrove Surabaya, merupakan tempat wisata dikembangkan sejak tahun 2008 lalu. Hingga akhirnya di tahun 2010 diberikan dukungan oleh pemerintah setempat, dan dibuka untuk umum. Hutan mangrove ini memiliki luas sekitar 200 hektare, dengan pemandangan yang sejuk.
Meski karcis Ekowisata Mangrove Wonorejo terbilang murah yaitu Rp5000/orang dengan tiket kendaraan Rp10.000/mobil dan Rp5000/motor, namun saat ini lokasi wisata ini terpantau sepi pengunjung. Saat dikunjungi baru-baru ini, tidak ada pengunjung lain yang datang walaupun sudah berjam-jam.
Selain itu, kondisi lingkungan di sekitar Ekowisata Mangrove Wonorejo terlihat tidak terawat dengan adanya sampah yang berserakan dimana-mana.
Pintu masuknya berada di sebelah kanan, ketika berjalan menelusuri wisata ini, akan berakhir pada pintu keluar yang terdapat berbagai kuliner. Namun sayang, tidak ada kuliner yang berkesan karena seperti sudah tidak dipakai dalam jangka waktu lama. Selain itu pemandangannya juga terlihat berdebu dan berantakan.
Ekowisata Mangrove Wonorejo di buka setiap hari pada pukul 08.00-15.00. Terdapat beberapa fasilitas yang disediakan pengelola, seperti wahana kapal, jembatan kayu, kolam pancing, jogging track, pendopo, kantin-kantin pusat kuliner, spot berfoto dan lainnya.
Namun dengan kondisinya yang kian tak terawat saat ini, dimanakah peran pemda setempat? Padahal di tahun-tahun sebelumnya, pemerintah sudah melakukan program rehabilitasi hutan mangrove, untuk melestarikan ekowisata tersebut.
Kedepannya, semoga pemda setempat dapat lebih memberikan perhatian lebih terhadap pemeliharaan dan perawatan di sekitar lingkungan Ekowisata Mangrove Wonorejo. Serta dapat kembali diramaikan oleh para pengunjung yang ingin menikmati alam dengan udara yang sejuk.
Foto : GPriority
