Fakta Kukang Jawa, Giginya Menghasilkan Racun Loh

Kukang jawa atau dalam bahasa latinnya Nycticebus javanicus adalah hewan endemik Pulau Jawa yang tersebar di bagian barat dan tengah Pulau Jawa, Indonesia.

Kukang jawa juga berkerabat dekat dengan kukang sunda dan kukang benggala. Memiliki berat sekitar 565 dan 687 gram, dengan ciri tubuh pada dahinya terdapat pola berlian keputihan yang menyolok terbentuk oleh garis berwarna gelap yang berjalan di atas kepalanya dan bercabang ke arah mata dan telinga.

Sepesien ini merupakan hewan yang sangat melindungi wilayah teritorialnya, dan tidak jarang mereka saling bertengkar untuk mempertahankan wilayahnya. Maka dari itu Kukang akan melindungi dirinya dari ancaman dengan racun yang dihasikan oleh giginya.

Untuk menghasilkan racun, primata ini mengangkat tangannya ke atas kepala dan dengan cepat menjilat kelenjar penghasil minyak yang terletak di lengan atas. Racun kemudian terkumpul di gigi taring yang berlekuk, yang cukup tajam untuk mengiris tulang.

Luka gigitan kukang merupakan luka nekrotik, yang berarti merupakan kondisi cedera pada sel yang dapat mengakibatkan kematian dini pada sel-sel dan jaringan hidup.

Diketahui kukang jawa terdaftar dalam jenis satwa dilindungi Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 dan didukung melalui Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) menempatkan Kukang Jawa pada kategori Kritis (Critically Endangered), sedangkan Convention International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora (CITES) memposisikan Kukang Jawa pada kategori Appendix 1. (Dw.foto.dok.Kementerian LHK)

Related posts