Fenomena Artis Unschool: Saat Putus Sekolah Tak Lagi Dianggap Gagal

Penyanyi Zaskia Gotik dan Inul Daratista tercatat sebagai dua nama artis yang pernah berhenti sekolah karena kondisi ekonomi/Foto : Dok. Istimewa Penyanyi Zaskia Gotik dan Inul Daratista tercatat sebagai dua nama artis yang pernah berhenti sekolah karena kondisi ekonomi/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Kesuksesan sejumlah artis yang tidak menyelesaikan pendidikan formal kembali memunculkan perbincangan tentang makna sekolah dan kesuksesan.

Di tengah budaya digital yang menjadikan popularitas, penghasilan, dan jumlah pengikut sebagai ukuran keberhasilan, muncul fenomena yang dapat disebut sebagai “artis unschool” atau figur publik yang kisah putus sekolahnya justru dipandang sebagai bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.

Sejumlah media hiburan Indonesia memang pernah mengulas artis yang tidak menyelesaikan pendidikan formal. Okezone, misalnya, mencatat beberapa nama seperti Inul Daratista, Zaskia Gotik, dan Aliando sebagai artis yang pernah berhenti sekolah karena kondisi ekonomi maupun kesibukan di dunia hiburan.

Meski demikian, kisah mereka tidak menunjukkan bahwa putus sekolah merupakan penyebab kesuksesan. Justru, masing-masing memiliki bakat, kesempatan, kerja keras, dan perjalanan karier yang berbeda.

Fenomena tersebut menjadi semakin menarik ketika kisah sukses figur publik dikonsumsi generasi muda melalui media sosial. Narasi seperti “tidak sekolah tetapi tetap sukses” mudah berubah menjadi inspirasi yang kehilangan konteks.

Padahal, artis yang berhasil setelah meninggalkan bangku sekolah merupakan contoh yang relatif menonjol, bukan gambaran mayoritas anak yang putus sekolah.

Data UNICEF Indonesia menunjukkan sekitar 4,1 juta anak dan remaja usia 7–18 tahun tidak bersekolah. Anak dari keluarga miskin, penyandang disabilitas, serta mereka yang tinggal di daerah tertinggal termasuk kelompok yang paling berisiko mengalami eksklusi pendidikan.

Karena itu, penting membedakan unschooling, homeschooling, dan putus sekolah. Unschooling merupakan pendekatan belajar yang menempatkan minat dan rasa ingin tahu anak sebagai dasar pembelajaran, sedangkan putus sekolah berarti berhenti mengikuti pendidikan tanpa menyelesaikan jenjang yang ditempuh.

Keduanya tidak dapat disamakan begitu saja. Kesuksesan artis yang pernah putus sekolah juga tidak berarti pendidikan menjadi tidak penting.

Liputan KapanLagi dan Merdeka.com menunjukkan bahwa sebagian artis yang tidak menyelesaikan SMA tetap mengandalkan kerja keras, keterampilan, pengalaman, dan kesempatan untuk membangun karier.

Di sinilah fenomena “artis unschool” perlu dilihat secara lebih kritis. Putus sekolah bukan standar baru kesuksesan, melainkan salah satu bagian dari perjalanan hidup sebagian individu. Sekolah memang bukan satu-satunya jalan menuju keberhasilan, tetapi meninggalkan pendidikan formal juga bukan jaminan seseorang akan sukses.

Satu hal yang lebih penting adalah memastikan setiap anak memiliki kesempatan belajar, mengembangkan kemampuan, dan memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kesuksesan seharusnya tidak diukur dari apakah seseorang bersekolah atau tidak, melainkan dari kemampuan mengembangkan potensi dan menjalani kehidupan secara mandiri dan bertanggung jawab.