FIFA Janji Bangun Stadion Sepak Bola Senilai Rp844 M di Gaza

Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada pertemuan perdana Board of Peace, Kamis (19/2) lalu/Foto : Dok. AFP Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada pertemuan perdana Board of Peace, Kamis (19/2) lalu/Foto : Dok. AFP

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Organisasi sepak bola dunia FIFA telah menjanjikan dana sebesar 50 juta dolar AS (Rp844 miliar) untuk membangun stadion sepak bola baru di Gaza.

Pengumuman tersebut disampaikan pada pertemuan perdana Board of Peace inisiasi Presiden AS Donald Trump di Washington D.C., Kamis (19/2).

Disaat Gaza telah hancur setelah dua tahun berperang dengan Israel, dunia telah bersatu untuk membangun kembali wilayah tersebut dan FIFA memainkan perannya dengan menjadikan ‘sepak bola sebagai bahasa universal,’ seperti yang dinyatakan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino.

“Kita tidak hanya perlu membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, atau jalan raya. Kita juga harus membangun kembali dan mengembangkan manusia, emosi, harapan, dan kepercayaan. Dan inilah inti dari sepak bola, olahraga saya,” kata presiden FIFA, Gianni Infantino.

Nantinya, stadion baru ini akan memiliki kapasitas tampung 20.000-25.000 penggemar, dan organisasi tersebut juga berjanji untuk membangun akademi FIFA senilai USD 15 juta secara terpisah serta 50 ‘lapangan mini’ dengan biaya tambahan USD 2,5 juta dan lima lapangan berukuran penuh senilai masing-masing USD 1 juta.

“Sepak bola, atau soccer seperti yang disebut di sini, adalah bahasa universal dunia. Ini tentang harapan. Ini tentang kegembiraan. Ini tentang kebahagiaan. Ini tentang kebersamaan. Ini tentang mempersatukan dunia,” sebut Infantino.

Timnas Palestina di Piala Dunia FIFA 2026

Tim nasional Palestina, yang mewakili Gaza dan Tepi Barat secara bersamaan, diakui oleh FIFA pada tahun 1998 tetapi belum pernah berhasil lolos ke ajang utama.

Piala Dunia FIFA 2026 nantinya akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko di 16 tempat pertandingan, dengan 11 di antaranya berada di Amerika Serikat.

Kanada dan Meksiko masing-masing akan menjadi tuan rumah 13 pertandingan dalam turnamen ini, sementara Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah untuk 78 pertandingan, termasuk final.