Garuda Indonesia Pastikan Kesiapan Pesawat Pengganti Setelah Insiden Return to Base Penerbangan Haji

Jakarta, GPriority.co.id – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia memastikan kesiapan pesawat pengganti setelah peristiwa return to base (RTB) pada penerbangan GA-6239 rute Solo-Jeddah. Pesawat Airbus 330-300, yang merupakan salah satu armada sewa untuk melayani penerbangan haji tahun ini, mengalami masalah teknis pada salah satu mesinnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyatakan bahwa penyebab RTB adalah adanya masalah teknis pada salah satu mesin pesawat yang memerlukan pengecekan dan perawatan lebih lanjut.

“Sesaat setelah pesawat lepas landas, pilot in command (PIC) menemukan adanya indikator cockpit yang menunjukkan kondisi salah satu engine pesawat yang memerlukan pengecekan lebih lanjut, sehingga PIC selanjutnya secara cepat memutuskan untuk melakukan prosedur RTB ke Solo,” ujar Irfan dalam keterangannya dilansir pada Rabu (3/7).

Pesawat dengan nomor registrasi T7-MMM, yang membawa tiga cockpit crew dan 11 awak kabin, kembali ke Bandara Adi Sumarmo, Solo, pada pukul 21.07 waktu setempat. Awak pesawat melakukan proses disembarkasi sesuai dengan ketentuan prosedur keselamatan yang berlaku.

Garuda Indonesia juga berkoordinasi dengan otoritas penerbangan terkait untuk memastikan tindak lanjut penanganan pesawat, termasuk prosedur penarikan pesawat ke tempat parkir untuk memastikan tidak ada dampak operasional akibat peristiwa RTB tersebut.

Lebih lanjut, Garuda Indonesia telah melakukan optimalisasi mitigasi pesawat pengganti untuk melayani operasional penerbangan haji pada fase pemulangan dari Jeddah.

“Kami tentunya memastikan bahwa kesiapan pesawat pengganti telah melalui serangkaian prosedur inspeksi kelaikan armada secara menyeluruh sebelum diterbangkan kembali menuju Jeddah pada dini hari, Rabu, sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa mengedepankan aspek keselamatan pada seluruh layanan penerbangan,” kata Irfan.

Foto: Garuda Indonesia