Go Internasional, Pacu Jalur Berhasil Raup Rp74 Miliar dan Ditonton 1,5 Juta Orang

Festival Pacu Jalur asal Kuantan Singingi Riau, yang semakin mendunia/Foto : Dok. Media Center Riau Festival Pacu Jalur asal Kuantan Singingi Riau, yang semakin mendunia/Foto : Dok. Media Center Riau

Jakarta, GPriority.co.id – Festival budaya Pacu Jalur asal Kuantan Singingi, Riau, semakin dilirik dunia pada tahun ini berkat aksi viral dari bocah 11 tahun bernama Rayyan Arkan Dikha.

Tarian khasnya yang awalnya dilakukan di ujung perahu saat lomba Pacu Jalur tak sekadar menjadi tren di media sosial, melainkan juga diikuti oleh atlet internasional mulai dari Alex Albon, hingga Marc Marquez. Usai terkenal hingga mancanegara, Dikha kemudian diangkat menjadi Duta Pariwisata oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid. Tak sampai disitu, Dikha juga mendapat beasiswa pendidikan hingga Rp20 juta. 

Sementara untuk sektor pariwisata, menurut perkiraan Pacu Jalur ditonton oleh 1,5 juta pengunjung dengan perputaran ekonomi mencapai Rp74 miliar. Besaran ini meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, kehadiran para turis asing pun menjadi pemandangan baru di festival yang selama ini lebih didominasi oleh wisatawan domestik.

Pacu Jalur merupakan tradisi lomba perahu panjang yang telah ada sejak abad ke-17. Awalnya digunakan sebagai sarana transportasi, namun seiring berjalannya waktu mulai berubah menjadi perlombaan rakyat Kuantan Singingi yang diadakan setiap bulan Agustus.

Di tahun ini, ada lebih dari 220 tim yang mengikuti perlombaan ini dan memperebutkan hadiah hingga Rp900 juta serta disaksikan oleh ribuan penonton di tepi Sungai Kuantan.

Sosok anak coki atau penari di ujung perahu juga menjadi sorotan. Anak coki ini menyemangati pendayung, dan dianggap memiliki peran penting dan menantang.

Selain kecepatan, perlombaan Pacu Jalur juga menekankan pada kekompakan serta semangat tim yang mengikutinya. Biasanya, perlombaan ini diadakan di Tepian Narosa, Taluk Kuantan. Perlombaan ini juga didukung oleh Pemprov (Pemerintah Provinsi) Riau.

Pemprov Riau saat ini semakin mendorong perlombaan ini untuk daya tarik pariwisata di daerah mereka, agar semakin mendunia. Selain itu juga dijadikan sebagai identitas budaya lokal.