Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Diskominfotik Kepri
Batam, Gpriority.co.id – Sebagai Provinsi yang berbatasan langsung dengan negara luar dan letaknya strategis di Selat Malaka, Kepulauan Riau (Kepri) bersyukur akan kehadiran Pangkalan Bakamla RI di wilayahnya. Hal itu dikemukakan Gubernur Kepri, H.Ansar Ahmad saat mendampingi Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia melakukan ground breaking pembangunan Dermaga Bakamla RI Pangkalan Setokok, Kamis (13/03).
Menurut Gubernur Ansar, membicarakan Kepri tak lepas bagaimana mengamankan kedaulatan maritim, dan menjaga perairan Kepulauan Riau dari berbagai bentuk ancaman dan pelanggaran yang kapan saja selalu mengancam. Atas dasar itu, perlu untuk terus dilakukan pengoptimalan kolaborasi antar sektor, baik Bakamla, TNI dan juga Polri, guna terus menjaga kedaulatan maritim dan wilayah perairan Kepulauan Riau.
“Apalagi Bakamla sebagai coast guard nya Indonesia, keberadaanya sangat penting, guna menjaga keamanan laut Indonesia, termasuk Kepri,” ujarnya seperti dilansir dari laman Pemprov Kepri. Ditegaskannya, berbagai usaha yang mengganggu kedaulatan negara, harus terus disikapi dengan kerjasama yang makin intens, baik Pemerintah Provinsi Kepri dengan berbagai lintas sektor yang ada. “Termasuk menjaga ekonomi berbasis maritim dan kelautan yang potensinya sangat besar di Kepri, agar bisa memberikan kemanfaatan bagi peningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia mengungkapkan dibangunnya Pangkalan Setokok Bakamla RI tentu dengan maksud untuk mendukung patroli guna penegakan hukum, dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan perairan laut Indonesia. Pembangunan dermaga, sebutnya, juga wujud dukungan nyata guna mendukung mulai beroperasinya Bakamla RI pada 2024 mendatang di Kepri, untuk menjaga keamanan dan keselamatan laut demi masa depan bangsa. Terkait pentingnya kolaborasi, pihaknya berkomitmen sesuai tugas dan tanggung jawabnya, untuk menegakkan supremasi hukum di laut, dengan terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai lintas sektor yang ada, tanpa mencampuri tugas dan tanggung jawab masing- masing.
