Mataram, GPriority.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh gerakan koperasi di daerah memanfaatkan berakhirnya dualisme organisasi sebagai momentum melakukan transformasi kelembagaan. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) NTB Periode 2025–2030 di Aula Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Mataram, Selasa (21/7).
Kegiatan yang bertepatan dengan rangkaian Hari Koperasi ke-79 itu dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi, Ketua Harian DEKOPIN Pusat Priskhisanto, Kepala OJK NTB, Direktur Utama Bank NTB Syariah, perwakilan Perum Bulog, LPDB, serta pengurus dan pegiat koperasi seluruh kabupaten/kota di NTB. Priskhisanto secara resmi melantik 50 pengurus DEKOPINWIL NTB masa bakti 2025–2030 yang diketuai Anis Mudjadid Akbar.
Gubernur Iqbal menyatakan apresiasi atas berakhirnya dinamika internal yang selama beberapa tahun menimbulkan dualisme kepengurusan. Dengan kepengurusan yang kini definitif, menurutnya organisasi tidak lagi boleh “berjalan di tempat” dan harus segera menjalankan amanah serta menghadirkan manfaat nyata bagi gerakan koperasi di NTB.
“Kepengurusan sudah jelas, organisasi sudah solid. Sekarang saatnya DEKOPINWIL berlari menjalankan amanah dan menghadirkan manfaat nyata bagi gerakan koperasi di Nusa Tenggara Barat,” tegasnya.
Iqbal menekankan koperasi harus tampil sebagai badan usaha modern yang dikelola profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat. Ia mengingatkan jumlah koperasi yang besar belum diiringi kontribusi signifikan terhadap perekonomian; dari sekitar 120 ribu koperasi nasional, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih sekitar 1,7 persen, jauh di bawah negara maju yang mencapai 10–17 persen.
“Oleh karena itu agenda utama bukan lagi memperbanyak jumlah lembaga, melainkan memperkuat kualitas tata kelola agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat,” ujar Iqbal. Ia juga mendorong rebranding koperasi agar tidak dipersepsikan ketinggalan, melainkan sebagai badan usaha adaptif teknologi dan kompetitif di ekosistem bisnis.
Sebagai dukungan, Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pengembangan sumber daya manusia koperasi melalui kerja sama dengan Universitas Mataram untuk mencetak manajer koperasi profesional.
Ketua DEKOPINWIL NTB Anis Mudjadid Akbar menyatakan kepengurusan baru berkomitmen menjadikan organisasi sebagai pusat kolaborasi bagi gerakan koperasi di NTB. “Kami ingin DEKOPINWIL hadir bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi menjadi pusat kolaborasi yang mampu membuka akses pembiayaan, memperluas jejaring usaha, meningkatkan kapasitas SDM, dan menghadirkan manfaat nyata bagi koperasi serta anggotanya,” katanya.
Ketua Harian DEKOPIN Pusat Priskhisanto dan Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi turut mengajak insan koperasi mendukung program strategis pemerintah, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat dan membuka ruang bagi generasi muda untuk berperan dalam gerakan koperasi.
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara DEKOPINWIL NTB dengan Bank NTB Syariah, Perum Bulog NTB, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram. Kerja sama ini diharapkan memperkuat akses pembiayaan, memperluas jejaring usaha, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkokoh ekosistem koperasi di NTB sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Foto : Ro Umum dan Setda Adpim NTB
