Polemik Hotman Paris Jadi Pengacara Eks Jampidsus, Dikritik Anak Sendiri Hingga Dilaporkan ke Polisi

Polemik Hotman Paris Hutapea usai menjadi kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah/Foto : Dok. GPriority Polemik Hotman Paris Hutapea usai menjadi kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah/Foto : Dok. GPriority

Jakarta, GPriority.co.id – Nama pengacara kondang Hotman Paris kini sedang menjadi sorotan publik usai mengumumkan dirinya sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah, eks Jampidsus yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPU.

Sejak menyampaikan kabar tersebut pada 17 Juli 2026 lalu, hingga kini muncul berbagai polemik Hotman Paris.

Sehari setelah ia mengumukan kabar tersebut, followers Hotman Paris di Instagram mulai turun. Menurut data Social Blade, pada 18 Juli 2026 lalu, sebanyak 29.466 akun berhenti mengikutinya di Instagram, sehingga followers-nya turun ke angka 9.694.207 followers.

Gerakan unfollow massal ini ditengarai akibat keputusan Hotman menjadi kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang tengah menjadi sorotan di tanah air.

Selain itu, usai mendampingi pemeriksaan eks Jampidsus Febrie di Kejaksaan Agung, Hotman sempat menunjukkan sejumlah foto Presiden Prabowo bersama kliennya.

Ia menyebut Febrie sebagai tangan kanan dan kebanggaan Presiden, dan mempertanyakan mengapa Polri menetapkan status tersangka tanpa memberi tahu atau meminta izin kepada Presiden Prabowo terlebih dahulu.

“Bayangin, orang kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden,” ujarnya seperti dikutip dari laporan ANTARA.

Sontak, pernyataan Hotman tersebut langsung memicu polemik dan menuai kritik dari berbagai pihak, mulai dari pihak istana, Partai Gerindra, hingga DPR. Mereka menyatakan bahwa pernyataan Hotman tidak tepat.

Usai viral, Hotman pun menyampaikan permohonan maaf yang ditujukan kepada Presiden, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kapolda Metro Jaya, atas ucapan maupun tindakannya yang dinilai kurang berkenan saat konferensi pers pada 17 Juli 2026.

Ia juga menegaskan jika seluruh pernyataannya murni dari aspek kepengecaraan, tanpa motivasi atau keterlibatan politik apapun, dan semata-mata hanya menjalankan tugasnya untuk melindungi klien secara hukum.

Tak sampai disitu, saat Hotman menambah daftar polemiknya usai melontarkan kalimat yang dinilai merendahkan wartawan.

“Lu punya otak enggak sih?,” ujarnya saat konferensi pers kepada wartawan yang bertanya.

Ucapan tersebut pun menuai kecaman dari berbagai pihak, salah satunya dari Forum Pemred dan Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum). Pernyataan Hotman dinilai tidak profesional.

Padahal wartawan memiliki kewajiban untuk melakukan verifikasi dan konfirmasi melalui pernyataan kepada narasumber, walaupun narasumber berhak untuk tidak menajwab. Namun perkataan Hotman dinilai bersifat intimidatif dan merendahkan profesi wartawan.

“Pilihan kata dan cara Hotman Paris Hutapea dalam merespons pertanyaan wartawan sangat tidak profesional dan merendahkan profesi wartawan yang sedang bekerja menjalankan amanat UU Pers no. 40 tahun 1999,” tulis Forum Pemred dalam pernyataan terbaru yang diposting di akun Instagram resminya.

Tak butuh waktu lama, Hotman pun menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan di seluruh Indonesia lewat postingan di Instagram pribadinya. Ia mengaku emosinya tersulut karena pertanyaan wartawan yang menurutnya di luar kapasitasnya sebagai kuasa hukum.

Hotman juga menyebut video yang beredar hanya memuat bagian akhir video, tanpa konteks utuh.

Selain dari publik, Hotman juga mendapat kritik tajam dari anaknya sendiri, Frank Alexander Hutapea dan Fritz Hutapea, terlebih saat Hotman menegaskan jika dirinya tidak menerima bayaran dari Febrie.

“Jangan tanya saya cari muka, saya tidak butuh uang lagi. Dan semua klien saya konglomerat, tanya semuanya,” tegas Hotman.

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Frank.

“Gue ga ada masalah dia pegang febri tapi gausah bawa2 nama presiden…. dan gausah ngibul2 ga perlu duit. Sedangkan anak lo married aja angpao nya diambil,” tulis Fritz dalam kolom komentar di Instagramnya.

Kini polemik Hotman terus berlanjut, bahkan masa juga terlihat menggruduk ruko Hotman di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia juga dilaporkan ke polisi oleh PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) berkat ucapannya yang dinilai sangat menyinggung wartawan.