Hasil survei Arrbey Research, RI Memasuki Krisis Ekonomi Akibat Covid-19

Jakarta,gpriority- Berdasarkan hasil riset Arrbey Research yang merupakan salah satu unit bisnis Arrbey Consulting, Indonesia pada saat ini tengah mengalami krisis ekonomi akibat terimbas pandemi Covid-19.

Hal ini bisa terlihat dari adanya penurunan penjualan, ketersediaan barang, pengiriman barang dan pelayanan, ketersediaan tenaga kerja, serta kenaikan biaya produksi.

Dijelaskan Chief Strategy Consultant Arrbey, Handito Joewono pada Rabu (15/4), survey terkait krisis ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.dilakukan terhadal 260 pemimpin bisnis swasta nasional,pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),badan usaha milik negara (BUMN), dan perusahaan multinasional di Indonesia pada 1-13 April 2020.

Berdasarkan hasil survei, 67,6 persen responden menyatakan krisis sedang terjadi, 30 persen menyebut krisis belum terjadi, dan hanya 2,4 persen yang merasa tidak ada krisis.

Dari hasil survei juga menunjukkan sebanyak 36,5 persen perusahaan menurun penjualan di atas 60 persen dan 24,1 persen perusahaan turun sebesar 41 persen-60 persen. Selain itu, sebanyak 22,9 persen perusahaan penjualannya turun 21 persen-40 persen, kemudian 12,4 persen perusahaan turun di bawah 20 persen, dan hanya 4,1 persen perusahaan tidak mengalami penurunan penjualan.

Terkait dengan durasi krisis ekonomi tersebut, sebanyak 7,6 persen responden yakin krisis akan terjadi kurang dari tiga bulan. Sementara responden yang berpendapat krisis akan terjadi 3-6 bulan sebanyak 48,8 persen, krisis 6-12 bulan sebanyak 32,9 persen responden, dan lebih dari 12 bulan sebanyak 10,6 persen responden.(Hs)

Related posts