Hasil Tindak Lanjut Pengawasan Dirjen PTKN

Bertempat di Ruang Auditorium 1 dan 2 Gedung Utama Lantai Dasar Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN) Veri Anggriono menggelar konferensi  pers terkait hasil tindak lanjut pengawasan Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Tahun 2018.

Veri menjelaskan dasar hukum pelaksanaan pengawasan adalah Undang-Undang (UU) no.8 tahun 1999 mengenai perlindungan konsumen, UU no.20 tahun 2014 terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian, UU no.7 Tahun 2014 tentang perdagangan, PP No.58 tahun 2001 tentang pembinaan dan pengawasaan perlindungan konsumen, PP no.34 tahun 2018 terkait sistem standardisasi dan penilaian kesesuaian, Perpres no.63 tahun 2018 tentang penetapan pendaftaran barang terkait K3LH, Permendag No.73/M-DAG/PER/9/2015 mengenai kewajiban pencantuman label bahasa indonesia, Permendag no.24/M-DAG/PER/4/2016 JO.No.15 tahun 2018 tentang standardisasi bidang perdagangan, Permendag No.69 tahun 2018 tentang pengawasan barang beredar dan jasa, Permendag no.36 tahun 2018 tentang pelaksanaan pengawasan kegiatan perdagangan hingga peraturan menteri teknis terkait tentang pemberlakuan SNI wajib.

Untuk produk apa saja yang diawasi Dirjen PTKN , Veri menjelaskan semua produk. “ Yang diawasi disini adalah kesesuaian mutu barang terhadap standar SNI, serta kesesuaian pencantuman nomor pendaftaran barang (NPB),” kata Veri.

Veri juga menjelaskan Hasil pengawasan barang beredar di tahun 2018 di bagi menjadi 3 jenis pengawasan, yakni pengawasan berkala, pengawasan perbatasan dan post border SNI Wajib.  Untuk pengawasan berkala, PKTN menemukan 408 barang yang sesuai, 199 barang yang tidak sesuai dan 28 merek yang masih proses uji laboratorium. Untuk pengawasan perbatasan, 46 merek yang sesuai, 55 yang tidak sesuai dan 27 yang masih proses uji laboratorium. Untuk post border SNI Wajib, 12 Importir yang sesuai, 8 yang tidak sesuai serta 7 yang masih dalam tahap klarifikasi.” Untuk  199 produk yang tidak sesuai dalam pengawasan berkala, 55 produk yang tidak sesuai dalam pengawasan perbatasan akan dilakukan peringatan, teguran tertulis, pemanggilan klarifikasi, pemusnahan barang yang tidak sesuai ketentuan serta perbaikan penandaan pada label produk. Untuk 8 importir yang tidak sesuai dilakukan penyegelan produk,” tutup Veri. (Hs)

 

Related posts

Leave a Comment