Sidrap, Gpriority.co.id – Di tempat lain ikan Sapu sapu dianggap hama yang sulit dikendalikan pertumbuhannya. Di Sidrap, pemanfaatan ikan sapu-sapu dan enceng gondok diolah dengan bijak oleh masyarakat di Desa Mojong, Kec. Watang Sidenreng, Kab. Sidrap.
Hewan rawa dan tumbuhan air ini, sebelumnya dianggap hama, kini diolah menjadi pakan ternak unggas bernilai ekonomis tinggi.
Setiap hari, sekitar 1 ton ikan sapu-sapu dan enceng gondok dikumpulkan untuk diolah menjadi pakan ternak, tambahan dedak sebagai campurannya.
Pakan yang digunakan terdiri dari ikan sapu-sapu yang digiling, jagung, enceng gondok, dan dedak diolah bersama.
Dari proses tersebut, dihasilkan pakan alami yang kemudian digunakan untuk meningkatkan produksi telur unggas jenis.
Kombinasi ini terbukti mampu meningkatkan jumlah produksi telur hingga lebih dari 150 butir.
Hasilnya cukup signifikan. Dalam satu desa, produksi telur itik mampu menghasilkan penjualan telur sekitar Rp12 juta hingga Rp14 juta per hari.
Program ini berawal dari keluhan masyarakat terkait banyaknya ikan sapu-sapu dan enceng gondok yang merusak ekosistem perairan.
Usai dilakukan kajian bersama Dinas Perikanan, muncul ide untuk menjadikannya sebagai bahan pakan ternak unggas yang mendorong perhatian pemerintah Kabupaten Sidrap.
“Kita ingin masyarakat Sidrap hidupnya sejahtera. Jadi, apapun inovasi yang bisa bernilai tinggi kita harus dukung. Apalagi masyarakat Mojong ini rata-rata memang peternak dan nelayan, makanya kita harus dukung full ikan sapu-sapu ini menjadi cuan,” kata Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif.
Laporan : Agustin Effendy
Editor : Ponco Suharyanto
Foto : Dok.
