Jakarta, GPriority.co.id – Dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima, sehingga keseimbangan cairan terganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kerusakan organ dan, dalam kasus ekstrem, kematian mendadak.
Dilansir dari kapita selekta dan CDC, gejala Dehidrasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian tergantung tingkat keparaha, berikut diantaranya :
- Dehidrasi Ringan hingga -Sedang
Seseorang yang mengalami dehidrasi ringan hingga sedang biasanya akan merasakanan haus yang berlebihan, mulut dan kulit kering, penurunan frekuensi buang air kecil; urine berwarna lebih gelap, kelelahan atau rasa lemas, pusing atau sakit kepala
- Dehidrasi Berat,
rasa haus yang sangat intens, kebingungan atau disorientasi, denyut jantung cepat dan tekanan darah rendah, mata cekung dan kulit tidak elastis, penurunan kesadaran atau pingsan.
Diketahui juga, bahwa bahaya dehidrasi berat dapat menyebabkan kematian mendadak.
Dehidrasi berat sering dikaitkan dengan syok hipovolemik, yaitu kondisi di mana volume darah yang beredar menurun drastis, hal ini mengakibatkan penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke organ vital. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ permanen, seperti gagal ginjal akut dan kerusakan otak, yang berpotensi berujung pada kematian mendadak.
Terlepas dari gejala dehidrasi yang bisa diukur dari tingkat keparahan, ada juga cara pencegahan dehidrasi dari hal-hal berikut:
- Mengonsumsi cukup cairan setiap hari, terutama air putih, minimal 8 gelas per hari.
- Mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan air, seperti buah dan sayuran.
- Meningkatkan asupan cairan saat berolahraga atau dalam kondisi cuaca panas.
- Memantau tanda-tanda awal dehidrasi dan segera mengambil tindakan jika muncul gejala.
- Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala dehidrasi berat, karena penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi serius dan menyelamatkan nyawa.
Foto : Istimewa
