Jakarta, GPriority.co.id – Pameran furnitur dan kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, resmi meluncur. Ajang tahunan yang digelar oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo ini akan berlangsung pada 5–8 Maret 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.
Mengusung tema “Akselerasi Ekspor Mebel dan Kerajinan Indonesia Menuju Pasar Global Baru”, IFEX 2026 hadir dengan semangat baru dalam menghadapi tantangan global. HIMKI menegaskan pentingnya langkah strategis untuk mendiversifikasi ekspor ke pasar non-tradisional seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Asia Timur, dan Amerika Latin, menyusul potensi kebijakan tarif tinggi dari pemerintah Amerika Serikat terhadap produk kayu dan furnitur Indonesia.
“Diversifikasi pasar ekspor bukan pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan keberlanjutan industri kita,” ujar Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur dalam peluncuran resmi tersebut.
Saat ini, sekitar 53 persen ekspor furnitur Indonesia masih bergantung pada pasar Amerika Serikat. HIMKI menargetkan transformasi struktur ekspor dalam lima tahun ke depan melalui perluasan pasar dan peningkatan kerja sama internasional, termasuk diplomasi dagang, sinergi dengan NGO luar negeri, serta advokasi kebijakan melalui koordinasi erat dengan Kementerian Perdagangan dan perwakilan RI di luar negeri.
IFEX 2026 juga memperluas area pamerannya menjadi 85.000 meter persegi, memungkinkan lebih banyak pelaku industri dari seluruh Indonesia untuk menampilkan produk unggulan mereka. Fasilitas unggulan seperti layanan Free Shuttle Bus dan program Hosted Buyers akan ditingkatkan untuk memberikan kenyamanan dan nilai tambah bagi peserta dan pengunjung.
HIMKI turut mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk pelaku usaha, akademisi, media, dan pemerintah, serta memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui sinergi dengan lembaga keuangan, logistik, dan sertifikasi.
Dengan dukungan dari Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, serta berbagai asosiasi dan instansi seperti Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), IFEX 2026 diharapkan menjadi titik balik penting dalam memperkuat daya saing industri mebel dan kerajinan nasional di pasar global.
Foto: istimewa
