Kalimantan, GPriority.co.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi membuka lelang pengadaan Badan Usaha Pelaksana (BUP) untuk dua proyek hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Proses lelang ini dibuka melalui platform digital Investara mulai Kamis, 13 November 2025 hingga 8 Januari 2026.
Dua proyek strategis yang ditawarkan tersebut meliputi pembangunan 109 rumah tapak ASN di wilayah KIPP 1B dengan nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun, serta delapan tower rumah susun ASN di KIPP 1A senilai Rp2,7 triliun.
Pembangunan 109 rumah tapak ASN mencakup unit hunian bertipologi 390 m² beserta fasilitas pendukungnya.
Kemudian, pembangunan delapan tower rumah susun ASN di KIPP 1A mencakup unit bertipologi 190 m² beserta fasilitas penunjang.
Kedua proyek akan dilaksanakan dengan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT), yang menekankan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta untuk mempercepat penyediaan hunian yang berkualitas di IKN.
Keduanya akan dikembangkan dengan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT), yang memungkinkan kolaborasi erat antara pemerintah dan pihak swasta untuk mempercepat penyediaan hunian berkualitas di IKN.
Pembangunan rumah tapak di KIPP 1B ditargetkan selesai dalam dua tahun, kemudian dilanjutkan masa pengoperasian dan pemeliharaan selama delapan tahun.
Sementara itu, proyek delapan tower rumah susun di KIPP 1A memiliki masa konstruksi 1 tahun 3 bulan, dengan masa operasi dan pemeliharaan selama 10 tahun.
Kedua proyek menggunakan mekanisme pengembalian investasi berupa availability payment, dan mendapat dukungan penjaminan pemerintah melalui Kementerian Keuangan serta PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) [PT PII].
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, mengatakan pembukaan lelang KPBU merupakan langkah nyata dalam memperluas skema pembiayaan pembangunan IKN.
“Kita telah membuka lelang proyek KPBU untuk hunian ASN. Prosesnya akan berlangsung mulai 13 November 2025 hingga 8 Januari 2026 untuk dua proyek strategis ini. Seluruhnya akan kita garap dengan prinsip ramah lingkungan dan efisiensi tinggi,” ujar Sudiro dalam keterangannya, dikutip Jumat (14/11).
