Ikuti Rakor Inflasi Kemedagri, Pemprov Sultra Siap Terapkan Langkah Strategis

Kendari, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual pada Senin (22/7).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir yang memimpin rapat tersebut meminta agar daerah yang angka inflasinya masih berada diatas 2,51 atau rata rata nasional dapat menerapkan langkah-langkah strategis yang telah ditetapkan.

“Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan global yang terus berkembang,” ujar Tohir.

Disamping itu, Tohir menyampaikan, bahwa pada minggu ke tiga bulan Juli terdapat tiga macam komoditas yang mengalami kenaikan seperti Cabai Rawit di 187 daerah Kab/Kota, Minyak Goreng di 157 daerah Kab/Kota dan Beras di 116 daerah Kab/Kota.

Dia menuturkan, secara Nasional Kabupaten/Kota di Indonesia yang mengalami kenaikan IPH pada minggu ke 3 Juli bertambah di bandingkan minggu sebelumnya.

“Oleh karena itu, peran penting Kepala Daerah dan TPID untuk mencari solusi, inovasi serta kreatifitas dalam upaya pengendalian Inflasi terus dilakukan dan digalakkan,” tuturnya.

Dia pun turut menyebut sejumlah strategi utama yang harus dijalankan. Pertama, kata dia, memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam memantau dan mengendalikan harga-harga komoditas.

Kedua, lanjutnya meningkatkan efisiensi distribusi barang untuk mengurangi biaya logistik yang seringkali menjadi penyebab kenaikan harga.

“Ketiga, memastikan ketersediaan pasokan pangan dan energi. Pemerintah daerah diharapkan dapat bekerjasama dengan para pelaku usaha untuk memastikan stok kebutuhan pokok tetap terjaga. Angka inflasi yang berhasil dicapai yaitu 2,51% yang merupakan pencapaian sangat baik. Untuk mempertahankan pencapaian ini, fokus pada langkah-langkah strategis,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Plh. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, M. Habibullah menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan harga SP2KP sd M3 Juli 2024 ini, beberapa komoditas pangan yang harganya meningkat dan perlu diwaspadai.

“Karena terjadi penambahan jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan harga adalah cabai rawit, minyak goreng dan beras. Sedangkan harga daging ayam ras dan cabai merah terus mengalami penurunan sd M3 Juli 2024,” ucapnya.

Foto: Pemprov Sultra