Indonesia Bisa Jadi Pusat Gravitasi Industri Kecantikan

Jakarta, GPriority.co.id– Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar industri kecantikan dengan 75 juta penduduk Gen Z, yang menjadi target utama berbagai produk kecantikan. Hal ini seiring kekayaan biodiversitas seperti minyak atsiri, rumput laut, dan tanaman herbal di beberapa wilayah di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan adanya potensi besar tersebut, Indonesia berencana untuk mendorong hilirisasi industri kosmetik. 

“Indonesia merupakan pusat gravitasi industri kecantikan,” ujar Airlangga saat acara perayaan 45 tahun L’Oréal di Indonesia, dikutip Jumat (7/2).

Menurutnya potensi tersebut tersebar di Aceh, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan banyak wilayah lain yang dapat menciptakan peluang pertumbuhan bagi masyarakat pada sektor perkebunan. Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan produk kecantikan berbasis bahan alami yang berdaya saing global. 

“Saya juga mengikuti perkembangan industri rumput laut. Rumput laut berpotensi digunakan dalam kosmetik, obat-obatan herbal, imunomodulator, dan parfum berbasis ekstraksi laut. Ini adalah nilai tambah yang bisa kita kembangkan bersama,” kata Airlangga.

Sebagai bagian dari strategi hilirisasi, pemerintah mendorong industri kosmetik dapat berinovasi dan berkolaborasi dengan pelaku UMKM. Lebih lanjut, Airlangga juga menekankan pentingnya inovasi dalam industri kecantikan, salah satunya teknologi geriatri yang akan membantu memastikan bahwa kecantikan tidak hanya bagi Gen Z, tetapi juga generasi yang lebih senior.

“Saya ingin memperdalam peran Indonesia sebagai pusat industri kecantikan. BPOM sudah mendukung industri ini dan masa depan industri kecantikan yang mencakup pengembangan herbal dan terapi sel. Ini merupakan inovasi baru dalam dunia kecantikan dan pengobatan. Pemerintah sudah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus di Bali dan Serpong untuk mendukung industri ini,” ucap Airlangga.

Kerja sama ekonomi Perancis dengan Indonesia telah terbukti memberikan manfaat besar bagi dunia usaha. Airlangga berharap perusahaan-perusahaan lainnya tidak hanya berinvestasi, tetapi juga membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Di samping itu, Airlangga kembali menegaskan Indonesia terbuka bisnis dan siap memperkuat kerja sama dengan Uni Eropa.

“Saya berharap kita dapat bekerja sama untuk merealisasikan IEU-CEPA, meningkatkan hubungan bilateral, serta menyelesaikan permasalahan sengketa nikel dan minyak kelapa sawit. Dengan bekerja sama, kita dapat semakin memperkuat perekonomian ke depannya. Sekali lagi, Indonesia merupakan pusat gravitasi industri kecantikan,” tegas Airlangga.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Fabien Penone tersebut, Airlangga juga menyinggung hubungan erat antara Indonesia dan Prancis, terutama dalam kerja sama ekonomi dan investasi. Airlangga mengapresiasi L’Oréal sebagai perusahaan yang  memiliki komitmen dalam inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan ekspansi pasar serta turut memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. 

Foto: Dok. Kemenko Perekonomian