Indonesia Diramal Diguncang Gempa M9 Sebelum Akhir 2026, BMKG Buka Suara

pengamat bencana dan cuaca asal Kanada, Frankie MacDonald, menyampaikan prediksi mengenai kemungkinan terjadinya gempa besar sebelum akhir 2026 di Indonesia/Foto : Dok. Istimewa pengamat bencana dan cuaca asal Kanada, Frankie MacDonald, menyampaikan prediksi mengenai kemungkinan terjadinya gempa besar sebelum akhir 2026 di Indonesia/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia kembali menjadi sorotan setelah pengamat bencana dan cuaca asal Kanada, Frankie MacDonald, menyampaikan prediksi mengenai kemungkinan terjadinya gempa besar sebelum akhir 2026.

Dalam video yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya pada Kamis (3/9), Frankie menyebut gempa berkekuatan magnitudo 7,0 atau lebih, bahkan hingga M9,0 atau lebih, berpotensi terjadi dan berdampak terhadap wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan Pulau Jawa.

Frankie juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa besar di Indonesia. Ia menyarankan warga menyiapkan perlengkapan darurat seperti obat-obatan atau perlengkapan medis, senter, baterai cadangan, radio, serta persediaan air minum. Ia juga mendorong masyarakat melakukan latihan evakuasi gempa secara berkala.

“Gempa berkekuatan 7,0 atau lebih besar, bahkan hingga 9,0 atau lebih, dapat terjadi,” demikian pernyataan Frankie dalam video yang menjadi perhatian publik.

Nama Frankie sebelumnya juga menjadi perhatian setelah ia menyampaikan prediksi mengenai kemungkinan gempa besar di kawasan Indonesia. Namun, klaim tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati karena prediksi individu bukan merupakan peringatan resmi pemerintah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa secara tepat dan akurat mengenai waktu, lokasi, serta kekuatannya.

BMKG menyebut Indonesia memang memiliki potensi gempa yang dapat terjadi kapan saja, tetapi potensi tersebut tidak sama dengan prediksi bahwa gempa pasti terjadi pada waktu tertentu.

“Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi,” tegas BMKG dalam penjelasannya mengenai informasi potensi gempa besar.

Sementara itu, Indonesia memang mengalami sejumlah gempa kuat sepanjang 2026. BMKG mencatat gempa Flores M7,7 pada 15 Agustus 2026 yang sempat memicu peringatan dini tsunami.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak panik terhadap kabar prediksi gempa M9 di Indonesia, tetapi tetap meningkatkan mitigasi bencana. BMKG meminta masyarakat menjadikan kanal resmi pemerintah sebagai rujukan utama informasi gempa dan tsunami serta memahami jalur evakuasi di lingkungan masing-masing.