Karhutla Memburuk, Kasus ISPA Kaltim Capai 236 Ribu!

236.116 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sepanjang Januari hingga 22 Agustus 2026 di Kalimantan Timur/Foto : Dok. Kementerian Kehutanan 236.116 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sepanjang Januari hingga 22 Agustus 2026 di Kalimantan Timur/Foto : Dok. Kementerian Kehutanan

Samarinda, GPriority.co.id – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menjadi perhatian.

Data yang dihimpun dari 10 kabupaten/kota menunjukkan 236.116 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sepanjang Januari hingga 22 Agustus 2026. Balikpapan menjadi daerah dengan kasus terbanyak, disusul Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla, Dinas Kesehatan Kaltim juga mencatat sekitar 9.499 kasus ISPA pada pekan ke-34 2026. Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Mualimin, mengatakan kasus memang mengalami peningkatan, tetapi belum menunjukkan lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan kondisi pada awal tahun.

“Memang ada peningkatan kasus, tetapi peningkatannya jika dibandingkan dengan Januari, Februari, dan Maret itu kecil,” ungkap Jaya, dikutip dari laporan media yang mengutip keterangannya.

Menurut Jaya, kasus ISPA sempat menurun pada pertengahan tahun sebelum kembali meningkat ketika jumlah titik api bertambah. Kondisi tersebut diperparah asap kiriman dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, sementara curah hujan di Kaltim masih minim akibat musim kemarau.

“Pertengahan tahun memang sempat turun, kemudian naik lagi karena dipicu titik-titik api yang ada. Ditambah lagi asap kiriman dari Kalbar, Kalteng dan Kalsel. Kita juga tidak hujan, sehingga kondisi ini menjadi salah satu perhatian kita, terutama di Kutai Barat,” kata Jaya.

Kondisi kualitas udara paling mengkhawatirkan terjadi di Kutai Barat. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sempat mencapai 318, masuk kategori berbahaya. Angka tersebut kemudian turun menjadi sekitar 280, tetapi masih berada dalam kategori sangat tidak sehat. Pemerintah Provinsi Kaltim mencatat ISPU Kutai Barat bahkan sempat mencapai 376 pada pemantauan pagi 30 Agustus.

Selain Kutai Barat, kualitas udara di sejumlah wilayah seperti Berau dan Kutai Kartanegara juga sempat masuk kategori tidak sehat. DLH Kaltim mengimbau masyarakat, terutama kelompok sensitif, mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan dan menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk.

Lonjakan kasus ISPA tersebut menjadi perhatian karena paparan asap karhutla dapat memperburuk gangguan pernapasan. Pemerintah daerah juga memperkuat pemantauan kesehatan dan kualitas udara, terutama di wilayah yang mengalami peningkatan titik api.

Masyarakat Kaltim dapat memantau kualitas udara secara berkala melalui sistem ISPUnet dan mengikuti imbauan pemerintah. Di tengah musim kemarau, kewaspadaan terhadap karhutla perlu ditingkatkan agar dampak asap terhadap kesehatan tidak semakin meluas.