Jakarta, GPriority.co.id – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah banyak digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Terutama saat ingin menyelesaikan masalah, mencari cara melakukan sesuatu, atau sekadar mencari informasi, masyarakat sudah mulai memanfaatkan teknologi ini.
Baru-baru ini, Thomhert Siadari, Ketua Tim Perumus Gugus Tugas AI Roadmap Kemenkomdigi, menyatakan bahwa Indonesia termasuk dalam 10 besar negara pengguna kecerdasan buatan.
Tak dinilai negatif, justru Thom menilai bahwa kabar ini merupakan kabar yang baik dan potensial untuk Indonesia, pasalnya penggunaan ini dapat memberikan banyak keuntungan.
Tak hanya dari sisi ekonomi, namun juga pengembangan data, inovasi, dan riset. Yang tentunya dapat mendongkrak banyak sektor potensial di Indonesia.
Melalui presentasinya, Thom menjelaskan bahwa penggunaan Artificial Intelligence akan memberikan dampak positif jika digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Adapu analisis dari PwC menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat meningkatkan potensi ekonomi global sebesar $15,7 triliun pada tahun 2030.
Selain itu, kontribusi kecerdasan buatan terhadap PDB Indonesia diperkirakan akan mencapai $366 miliar pada tahun 2030. Aspirasi transformasi ekonomi melalui kecerdasan buatan juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada tahun 2029, dan Indonesia berpotensi menjadi negara dengan pendapatan tinggi pada tahun 2035.
Melihat tingginya potensi ini, terutama dengan posisi Indonesia yang kini berada di 10 besar pengguna Artificial Intelligence, Thom menyatakan bahwa penerapan pembelajaran kecerdasan buatan di sekolah hanya tinggal menunggu waktu saja. Hal ini akan diwujudkan melalui kerja sama yang akan dibangun dengan Kementerian Pendidikan, Dasar, Menengah, dan Tinggi.
Pewarta: Rizqi Juned
Editor: Dimas A Putra
