Ini Cara Keluarga Papua Rayakan Natal

Hari Raya Natal tinggal menghitung hari, seluruh umat Kristiani di berbagai tempat merayakan Natal termasuk bagi mereka yang berada di tanah Papua.

Ada tradisi unik dari masyarakat Papua saat Natal tiba yaitu tradisi Barapen, khususnya di daerah Lembah Baliem, Panial, Nabire, Pegunungam Tengah, Pegunungan Bintang, dan daerah lainnya.

Barapen merupakan tadisi memasak dan mengolah makanan khas papua sebagai ungkapan rasa syukur kepada yang Maha Kuasa.

Dalam tradisi ini, peserta wajib melakukan kegiatan memasak bersama dengan menggunakan batu yang dibakar hingga membara. Bahan makanan yang diolah biasanya umbi-umbian, sayur-sayuran, dan daging.

Biasanya masyarakat akan mempersiapkan sesuatunya sejak pagi buta, setelah itu kepala suku berkeliling mengundang semua warga dengan pakaian adat, kemudian dilakukanlah pemburuan babi atau hewan liar lainnya. Setelah berburu masyarakat dibagi ada yang memproses hewan hingga siap masak, ada juga yang menyiapkan batu bakar samba menari.

Untuk batunya sendiri, disiapkan menggunakan batu yang kokoh agar tidak mudah hancur saat disusun. Sebelum digunakan batu dibakar terlebih dahulu selama 2-3 jam, setelah itu batu disusun selang seling bersama kayu secara bertumpuk dan dibakar dengan api panas. Setelah membara batu dipindahkan ke dalam lubang yang berisikan makanan.

Setelah makanan matang, kepala suku akan mengawali makan bersama diikuti dengan masyarakat. Ketika makanan habis warga akan menar diiringi musik dari dari mereka.

Diketahui tadisi tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, konon katanya penemuan ini ada dari ketidak sengajaan pasangan suami istri yang kebingungan karena tidak memiliki peralatan masak yang memadai. Pada akhir diketahui bahwa batu juga bisa digunakan sebagai media untuk memasak yang memiiki cita rasa yang khas. (Dw.foto.dok.Kemenparekraf)

Related posts