Ini Cara Menkes RI Kurangi Angka Obesitas di Tanah Air

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat membuka acara talkshow kampanye pencegahan dan pengendalian obesitas dalam rangka World Obesity Day 2026 yang digelar di Aula Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Menkes Budi Gunadi Sadikin saat membuka acara talkshow kampanye pencegahan dan pengendalian obesitas dalam rangka World Obesity Day 2026 yang digelar di Aula Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya perubahan gaya hidup sehat untuk mencegah obesitas dan meningkatkan harapan hidup masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam acara talkshow kampanye pencegahan dan pengendalian obesitas dalam rangka World Obesity Day 2026 yang digelar di Aula Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5).

Dalam sambutannya, Menkes mengatakan rata-rata harapan hidup masyarakat di negara maju seperti Denmark mencapai 82 hingga 83 tahun, sedangkan di Indonesia masih berada di kisaran 70 hingga 75 tahun. Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi perbedaan tersebut adalah tingkat obesitas dan pola hidup masyarakat.

“Saya melihat masyarakat Denmark bisa hidup lebih lama karena mereka menjaga berat badan dan pola hidup sehat. Indeks massa tubuh mereka rata-rata di bawah 24, sehingga risiko penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol juga lebih rendah,” ujar Budi.

Ia menjelaskan obesitas memiliki hubungan erat dengan berbagai penyakit tidak menular yang kini menjadi tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat untuk mulai menjaga berat badan demi kualitas hidup yang lebih baik di masa tua.

“Kalau ingin hidup lebih lama dan melihat cucu sampai usia 80 tahun, maka berat badan harus dijaga. Ini bukan soal penampilan fisik, tetapi soal kesehatan,” katanya.

Budi menilai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya melalui program pengobatan, tetapi harus dibangun melalui gerakan hidup sehat yang melibatkan kesadaran setiap individu. Menurutnya, kesehatan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan program kesehatan dari pemerintah. Yang harus dibangun adalah gerakan hidup sehat. Gerakan itu kepemilikannya ada pada masing-masing individu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kesehatan juga memperkenalkan sistem pelabelan nutrisi “Nutri Level” atau “Nutri Grade” untuk membantu masyarakat memahami kandungan makanan dan minuman secara lebih mudah. Label tersebut menggunakan kategori warna seperti hijau, kuning, dan merah untuk menunjukkan tingkat kesehatan produk.

“Kalau masyarakat diberi informasi yang sederhana dan mudah dipahami, mereka akan lebih sadar memilih makanan sehat. Ini adalah bentuk edukasi dan transparansi, bukan hukuman,” kata Budi.

Ia mencontohkan beberapa pusat perbelanjaan dan jaringan kedai kopi mulai bersedia menerapkan label nutrisi pada produk mereka. Minuman dengan kadar gula dan kalori tinggi akan mendapat nilai rendah, sedangkan minuman rendah kalori seperti americano mendapat penilaian lebih baik.

Selain menjaga pola makan, Menkes juga menekankan pentingnya aktivitas fisik secara rutin. Ia menyebut olahraga menjadi kebiasaan penting di banyak negara maju dan terbukti membantu menurunkan risiko obesitas.

“Panduan dari WHO menyebutkan minimal olahraga 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu. Olahraga bisa lari, bersepeda, bulu tangkis, atau aktivitas lain yang membuat tubuh aktif,” ujarnya.

Budi juga mengaku aktif berolahraga dan baru mengikuti marathon di London. Ia berharap olahraga dapat menjadi tren positif di masyarakat, terutama di kalangan anak muda.

“Kalau olahraga menjadi gaya hidup yang keren dan menyenangkan, masyarakat akan lebih mudah menjalankannya. Kita ingin hidup sehat menjadi sebuah gerakan bersama,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Menkes turut mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran menjaga kesehatan sejak dini agar angka obesitas di Indonesia dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat semakin meningkat.