Jelang Ramadan, Pemerintah Percepat Distribusi Pangan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iqbal Shoffan Shofwan usai rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait kesiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Kantor Kemendag, Kamis (29/1). Foto: GPriority/Dimas A Putra Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iqbal Shoffan Shofwan usai rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait kesiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Kantor Kemendag, Kamis (29/1). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah memastikan distribusi barang kebutuhan pokok menjelang ramadan dan idul fitri berjalan aman dan lancar. Fokus utama pengawasan kini diarahkan pada jalur distribusi, menyusul potensi gangguan cuaca pada Februari dan Maret.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iqbal Shoffan Shofwan, usai rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait kesiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Kantor Kemendag, Kamis (29/1).

“Terkait dengan distribusi yang kita bahas pada minggu ini adalah yang perlu menjadi perhatian adalah faktor cuaca. Tadi kan kita juga mendapatkan informasi dari BMKG secara umum faktor cuaca itu normal namun perlu diwaspadai di Februari dan Maret,” kata Iqbal kepada wartawan.

Iqbal mengatakan, wilayah tertentu seperti Sulawesi dan Papua berpotensi hujan pada waktu tersebut. Sehingga, pemerintah bersama distributor dan BUMN pangan sepakat untuk mempercepat pendistribusian bahan pokok ke berbagai daerah sejak awal.

“Nah oleh demikian, kami tadi bersepakat semua para distributor termasuk BUMN pangan baik Bulog maupun ID Food itu sudah melancarkan pendistribusian barang kebutuhan pokok kepada daerah-daerah di awal ini,” ujarnya.

Selain itu, kata Iqbal, Kemendag juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kelancaran logistik, terutama di sektor kepelabuhanan.

“Kami juga telah berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan terkait dengan kesiapan layanan pelabuhan termasuk dengan kesiapan ketersediaan kontainer,” pungkas Iqbal.

Sebelumnya, Iqbal menjelaskan, rapat koordinasi tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang telah membahas kesiapan dari sisi hulu, termasuk pengamanan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan. Pada rapat kali ini, pemerintah secara khusus menyoroti aspek distribusi.

“Ada Bapanas, ada Kementerian Pertanian, Kementerian BSDM, Kementerian Perhubungan, KSP, dan segala macam. Termasuk BUMN Pangan, baik itu Bulog maupun ID Food. Serta seluruh dinas perdagangan di seluruh Indonesia dan asosiasi barang kebutuhan pokok dari cabai, bawang, ayam, telur, telah mengadakan rapat koordinasi terkait dengan persiapan Hari Besar Keagaman Nasional dalam Menyambut Idul Fitri dan Ramadan di tahun 2021,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, hasil koordinasi sebelumnya menunjukkan bahwa ketersediaan barang kebutuhan pokok secara nasional berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala.

“Nah oleh karena itu, tadi diketahui bahwa sebagaimana yang telah disampaikan di minggu lalu di rapat di Ragunan terkait dengan ketersediaan semua barang kebutuhan pokok itu tidak ada masalah,” katanya.