Protes ICE, Aktivis AS Serukan ‘National Shutdown’

Washington DC, Gpriority.co.id – Buntut dari tewasnya Renee Nicole Good dan Alex Pretti di Minneapolis oleh agen ICE (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS), aktivis anti-penegakan imigrasi di Amerika Serikat (AS) menyerukan ‘National Shutdown’ pada 30 Januari 2026 di seluruh AS.

Melalui laman nationalshutdown.org, para aktivis mendesak masyarakat untuk tidak bekerja dan sekolah serta menghindari berbelanja sebagai protes terhadap tindakan agen imigrasi federal di kota-kota besar AS pada Jumat (30/1).

Para penyelenggara ‘National Shutdown’ mengatakan aksi ini dimaksudkan untuk menantang apa yang mereka gambarkan sebagai taktik penegakan imigrasi yang sewenang-wenang dan untuk menarik perhatian pada penembakan fatal terhadap dua warga negara AS oleh agen federal di Minneapolis bulan ini. Para pemimpin protes menggambarkan tindakan otoritas imigrasi sebagai “tirani, murni dan sederhana.”

Menurut situs web kampanye tersebut, peserta diminta untuk tidak bekerja, tidak sekolah, tidak berbelanja pada tanggal 30 Januari dan untuk menghentikan apa yang disebut penyelenggara sebagai “pendanaan ICE,” yang merujuk pada Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS. Seruan untuk berpartisipasi juga telah beredar luas di media sosial dan forum komunitas, termasuk unggahan di subreddit lokal yang mendorong warga untuk menghindari kegiatan komersial pada hari itu.

Para penyelenggara mengatakan aksi pada 30 Januari akan berjalan sesuai rencana, dengan peserta di seluruh negeri didorong untuk menahan diri dari pekerjaan, kehadiran di sekolah, dan pengeluaran konsumen sebagai protes terhadap praktik penegakan hukum imigrasi dan penembakan baru-baru ini.

Macklemore, rapper dan penyanyi AS ikut mendukung gerakan ini. Secara terbuka, penyanyi bernama lengkap Benjamin Hammond Haggerty ini menentang operasi ICE melalui dukungannya pada gerakan “National Shutdown” di AS pada 30 Januari 2026. Ia memposting di Instagram untuk mengajak publik mogok kerja, sekolah, dan belanja sebagai bentuk protes terhadap tindakan ICE, terutama setelah penembakan fatal terhadap perawat Alex Pretti oleh agen federal di Minneapolis.

Macklemore menyamakan isu ICE dengan konflik Gaza, menyebut keduanya sebagai “mesin yang sama yang memperlakukan manusia sebagai barang sekali pakai” demi melindungi properti dan keuntungan kapitalis. Ia menekankan bahwa kapitalisme hanya merespons tekanan ekonomi, bukan kemarahan semata, sehingga penarikan partisipasi publik adalah cara efektif untuk memaksa perubahan.

Macklemore selama ini memang dikenal juga kerap menyuarakan kepentingan Palestina di dunia internasional. Sebelumnya, ia sempat memproduksi dokumenter tentang protes kampus Columbia yang mendukung Palestina, di tengah kontroversi deportasi aktivis oleh ICE di era Trump. Dukungannya ini sejalan dengan lagu-lagunya seperti “Hind’s Hall” yang pro-Palestina, memperkuat citranya sebagai rapper vokal soal isu sosial.

Foto : Istimewa